faktakalbar

BMKG Himbau Waspada Dampak Musim Kemarau, Manggala Agni Tingkatkan Kesiapsiagaan

Penulis: Redaksi Tuesday, 09 July 2024 📖 2 menit
BMKG Himbau Waspada Dampak Musim Kemarau, Manggala Agni Tingkatkan Kesiapsiagaan

KETAPANG- Stasiun Meteorologi Kelas III Rahadi Oesman menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Ketapang lebih waspada terhadap dampak yang ditimbulkan dari musim kemarau dan mengingatkan masyarakat yang memiliki lahan gambut untuk dijaga agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan.

“Puncak musim kemarau di Ketapang diprediksi terjadi di bulan Juli - Agustus, namun untuk akhir musim kemarau belum dirilis,” ujar Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Rahadi Oesman, Toni Kurniawan, Senin (8/7).

Toni mengungkapkan bahwa meskipun Indonesia tidak menghadapi gelombang panas ekstrem saat ini, fenomena Monsun Australia berdampak pada kelembaban udara di negara ini.

“Wilayah Indonesia tidak terdampak gelombang panas. Kondisi saat ini dipengaruhi adanya Monsun Australia yang menyebabkan kondisi kelembaban udara dominan kering,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Daops Manggala Agni Kalimantan X/Ketapang Rudi Windra Darisman menerangkan, pihaknya terus melakukan kegiatan yang dilaksanakan secara berkala seperti In House Training (IHT), penyegaran kesamaptaan, latihan fisik dan pelatihan-pelatihan lainya untuk me-refresh kesiapsiagaan anggota Manggala Agni.

“Untuk kesiapsiagaan sarana dan prasarana, tentunya kami pun melakukan pemeliharaan dan perawatan untuk menghadapi musim kemarau atau musim kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun 2024 ini. Kendaraan-kendaraan baik roda dua maupun roda empat harus dilakukan pemeliharaan dan perawatan agar nanti saat dibutuhkan, kendaraan dalam kondisi prima. Selain kendaraan, tentunya ada juga pompa dan perlengkapan lainnya yang juga harus dipersiapkan dengan baik. Itu terkait dengan persiapan tenaga dan sarana prasarana,” jelas Rudi.

Rudi juga menerangkan bahwa sampai saat ini semua stakeholder di Kabupaten Ketapang, seperti BPBD, TNI, Polri, masyarakat, instansi vertikal maupun dinas instansi daerah terus bersinergi dalam rangka menanggulangi kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Ketapang.

“Ada beberapa grup, baik itu grup dari Kabupaten Ketapang yang berisi semua stakeholder dan dinas instansi terkait pengendalian karhutla, juga grup-grup di tingkat kecamatan. Artinya ini adalah salah satu bukti nyata bahwa sinergitas pengendalian karhutla di Kabupaten Ketapang, sampai dengan tingkat kecamatan dan desa, sudah terbangun,” terangnya.

Kendala terbesar Manggala Agni adalah luas wilayah yang sangat besar. Kabupaten Ketapang memiliki wilayah yang sangat luas, ditambah lagi wilayah kerja mencakup Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara.

“Untuk Kabupaten Ketapang sendiri, kami hanya memiliki 45 personil, dengan 15 personil di Kecamatan Kendawangan dan 30 personil di Ketapang. Wilayah yang sangat luas ini meskipun sudah kami petakan sebagai areal rawan karhutla, tetap menjadi tantangan besar,” ucapnya.

Dengan jumlah personil yang terbatas, Manggala Agni Ketapang mendorong kesiapan tim Satgas Masyarakat Peduli Api serta kelompok-kelompok masyarakat di desa agar bisa mandiri dalam pengendalian karhutla.

“Solusi ini sedang diimplementasikan dengan mendorong kesiapan kelompok-kelompok masyarakat ini agar bisa mandiri dalam melakukan kegiatan pengendalian karhutla, mulai dari patroli hingga pemadaman. Kami juga mendorong agar semua desa yang rawan karhutla bisa menganggarkan sendiri melalui anggaran Dana Desa,” tutupnya.(nfl)


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK