BKSDA Kalbar-Media Massa Komitmen Kuatkan Sinergitas
*Dalam Rangka Perlindungan Terhadap Tumbuhan dan Satwa di Kalbar
Untuk memastikan perlindungan terhadap satwa liar di Kalimantan Barat, salah satu strategi yang dijalankan BKSDA Kalimantan Barat bersama Yayasan Planet Indonesia (YPI) di tahun 2023 adalah pelibatan jejaring media dalam kegiatan Media Gathering yang dilaksanakan di hotel bilangan Jalan Arteri Supadio, Kubu Raya, Kamis (24/8)
YPI dan BKSDA Kalbar memandang media merupakan sarana efektif untuk menyebarluaskan informasi kepada publik, sekaligus untuk membangun ataupun meningkatkan kesadaran publik tentang perlindungan satwa liar dan secara lebih khusus perdagangan satwa liar ilegal.
Media diharapkan dapat berperan aktif mendukung upaya perlindungan dan menekan jumlah kasus perdagangan satwa liar ilegal melalui (media reporting), termasuk upaya - upaya untuk mendorong perhatian dan partisipasi para pihak terkait serta publik dalam perlindungan satwa liar di Kalimantan Barat.
Kegiatan diawali sambutan Direktur Yayasan Planet Indonesia, Hardini Indarti Novia Sagita, S.E.,M.M RM, dan dibuka secara resmi oleh Kepala Balai KSDA Kalbar, Wiwied Widodo, S.Hut dilanjutkan pemaparan Materi I Strategi dan upaya BKSDA dalam Perlindungan dan Peredaran Satwa Liar Dilindungi dan Tidak Dilindungi BKSDA Kalbar.
Dari kalangan media pemaparan mengenai Strategi Jurnalis untuk Mempengaruhi Publik dan Meningkatkan Pemberitaan Terhadap Isu Konservasi Satwa Liar yang disampaikan Andi Fachrizal (Daeng). Adapula pemaparan materi tentang Pusat Penyelamatan Burung Berkicau, Bahaya Penyakit Zoonosis dan Strategi Dalam Pencegahannya oleh drh. Happy Ferdiansyah. Berikut dilengkapi dengan pemaparan perihal Perlindungan Satwa Liar Yang Dilindungi melalui Fatwa MUI No. 4 Tahun 2014 yang disampaikan oleh Dr. Fachruddin Mangunjaya
Kepala Balai KSDA Kalbar, Wiwied Widodo, S.Hut mengatakan tujuan dilaksanakan Media Gathering tersebut adalah mmbangun dan memperkuat jaringan antara Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat dan Yayasan Planet Indonesia (YPI) dengan media massa di Kalimantan Barat.
“Selain itu tentunya meningkatkan kapasitas media terkait peliputan dan pemberitaan media (media reporting) dan tentunya akan menguatkan jaringan BKSDA Kalimantan Barat, YPI dengan media massa di Kalimantan Barat terkait dengan upaya pelestarian dan pencegahan tindakan kejahatan satwa liar dilindungi.” Jelas Wiwied Widodo. (rfk)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.