Awan Cumulonimbus Hambat Sortie Kedua Helikopter Sikorsky di Kayong Utara
Faktakalbar.id - Helikopter Sikorsky UH-60L milik BNPB tidak dapat melanjutkan sortie kedua pemadaman karhutla di Kabupaten Kayong Utara pada Jumat (2/10/2026) akibat pertumbuhan awan Cumulonimbus di sekitar bandara dan lokasi hotspot.
Faktakalbar.id - Helikopter Sikorsky UH-60L milik BNPB tidak dapat melanjutkan sortie kedua pemadaman karhutla di Kabupaten Kayong Utara pada Jumat (2/10/2026) akibat pertumbuhan awan Cumulonimbus di sekitar bandara dan lokasi hotspot.
Helikopter dengan registrasi VA-L6T tersebut sebelumnya berhasil menjalankan satu sortie pemadaman di Desa Teluk Batang, Kecamatan Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara.
Dalam sortie tersebut, kru melakukan 20 kali water drop dengan total 88.000 liter air untuk membasahi area yang menjadi sasaran pemadaman.
Mitra BNPB dari PT Elang Dhirgantara Candracanta, Fikar, mengatakan kondisi hotspot di lokasi masih menyisakan asap tipis ketika helikopter meninggalkan area pemadaman.
"Saat kami meninggalkan lokasi, kondisi titik panas (hotspot) di area itu masih dalam kondisi berasap tipis dan kami kembali ke basecamp. Namun saat kami ingin melakukan sortie kedua, kami menemui kendala adanya pertumbuhan awan Cumulonimbus di bandara dan di lokasi titik hotspot," ujar Fikar, menjelaskan.
Pertumbuhan awan Cumulonimbus menjadi kendala bagi penerbangan karena berada di sekitar bandara dan wilayah yang menjadi sasaran operasi.
Kondisi tersebut membuat rencana penerbangan untuk sortie kedua harus menghadapi faktor cuaca yang perlu diperhitungkan oleh kru.
Sebelumnya, helikopter Sikorsky UH-60L telah menyelesaikan satu sortie untuk melakukan pemadaman melalui water bombing di Desa Teluk Batang.
Sebanyak 20 kali water drop dilakukan dalam satu sortie tersebut dengan total air yang dijatuhkan mencapai 88.000 liter.
Namun, setelah operasi pertama selesai, kondisi hotspot di lokasi masih menunjukkan adanya asap meski dengan intensitas tipis.
Kru kemudian kembali ke basecamp sebelum merencanakan penerbangan untuk sortie berikutnya.
Rencana sortie kedua terkendala pertumbuhan awan Cumulonimbus yang muncul di area bandara dan sekitar lokasi hotspot.
Keberadaan awan tersebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pelaksanaan operasi pemadaman dari udara.
Kondisi cuaca juga menjadi bagian yang harus diperhatikan dalam penerbangan helikopter water bombing karena operasi dilakukan menuju area yang terdapat titik panas dan asap.
Pada hari yang sama, helikopter MI-172 dengan registrasi VN-8424 juga menghadapi pertumbuhan awan konvektif saat menjalankan operasi pemadaman di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Simpang Hilir.
Helikopter MI-172 tersebut berhasil menjalankan dua sortie dengan total 40 kali water drop dan 80.000 liter air.
Kedua operasi tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan pemadaman karhutla melalui udara di Kayong Utara turut dipengaruhi kondisi cuaca, termasuk pertumbuhan awan Cumulonimbus di sekitar jalur penerbangan dan lokasi hotspot.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.