Antrean Panjang Warnai Penyaluran BBM Sukadana Jelang MTQ XXXIV Kalbar, Warga Harap Pasokan Normal
Faktakalbar.id - Penyaluran bahan bakar minyak jenis Pertalite di SPBN Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, masih diwarnai antrean panjang warga di tengah persiapan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat.
Faktakalbar.id - Penyaluran bahan bakar minyak jenis Pertalite di SPBN Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, masih diwarnai antrean panjang warga di tengah persiapan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat.
Fenomena antrean BBM di Kayong Utara tersebut kerap membuat masyarakat harus menyita waktu ekstra demi mendapatkan jatah bahan bakar untuk aktivitas harian.
Seorang warga Sukadana Toni mengeluhkan kondisi antrean yang berkepanjangan dan berharap distribusi energi di daerahnya dapat segera kembali pulih.
"Dalam menjalankan aktivitas sehari-hari kami tidak bisa lepas dari BBM. Mau tidak mau harus ikut mengantre dulu. Mudah-mudahan pasokan BBM kembali normal seperti biasanya," harap Toni.
Waktu operasional penyaluran bahan bakar di lokasi fasilitas Pelabuhan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sukadana ini bahkan sering kali berlangsung hingga larut malam.
Manager SPBN Sukadana Rian mengakui adanya kendala keterlambatan pasokan yang memicu pelayanan pengisian bahan bakar harus diperpanjang hingga malam hari.
"Kalau penyaluran sampai malam, itu karena jadwal kedatangan truk tangki ke SPBN tidak menentu. Namun, sejauh ini proses distribusi tetap berjalan lancar meski antrean kendaraan masih cukup panjang," jelasnya.
Untuk meredam laju kemacetan distribusi, pengelola SPBN telah menambah pasokan sebesar 13 kiloliter Pertalite guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan selama kegiatan MTQ.
"Untuk menghadapi kegiatan MTQ, kami menerima pasokan sebanyak 13 kiloliter (13.000 liter) Pertalite. Dari jumlah itu, sekitar 3 kiloliter dialokasikan berdasarkan rekomendasi untuk satu kali pengambilan, khusus bagi speedboat angkutan penumpang rute Sukadana–Pontianak. Sementara 10 kiloliter lainnya disediakan untuk kebutuhan masyarakat umum," ujar Rian, Kamis (10/7).
Pihak pengelola bersama warga berharap tambahan kuota tersebut dapat mengurai fenomena antrean BBM di Kayong Utara sehingga mobilitas warga kembali lancar.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.