faktakalbar

Akses Berobat dan Logistik Terganggu, Warga Perbatasan Sambas Minta PLBN Aruk Dibuka

Faktakalbar.id - Penutupan operasional Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk di Kabupaten Sambas memicu gangguan serius terhadap akses kesehatan serta alur keluar masuk barang kebutuhan masyarakat perbatasan.

Penulis: Wati Saturday, 07 November 2026 📖 1 menit
Akses Berobat dan Logistik Terganggu, Warga Perbatasan Sambas Minta PLBN Aruk Dibuka
Suasana di sekitar area Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk Sambas yang masih ditutup untuk aktivitas perlintasan umum. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Penutupan operasional Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk di Kabupaten Sambas memicu gangguan serius terhadap akses kesehatan serta alur keluar masuk barang kebutuhan masyarakat perbatasan.

Dampak buruk terhentinya pelayanan perbatasan tersebut memicu gelombang protes dari warga Kecamatan Sajingan Besar di lokasi perbatasan Desa Sebunga, Jumat (6/11/2026).

Selain melumpuhkan sektor perdagangan lokal, penutupan jalur perbatasan ini menyulitkan warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan darurat ke fasilitas medis rujukan di negara tetangga.

Akses perjalanan lintas negara yang biasanya ditempuh secara efisien kini terhambat total akibat pintu perbatasan yang masih terkunci rapat.

Kondisi tersebut dinilai memberatkan perekonomian keluarga serta mengancam keselamatan warga yang memerlukan penanganan medis cepat.

"Kami masyarakat Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Perbatasan Indonesia-Malaysia, dengan ini menyatakan sikap," kata perwakilan warga, Joseph.

"Kami meminta kepada Bapak Presiden Republik Indonesia dan Menteri Dalam Negeri untuk segera membuka kembali pos PLBN Aruk," tegas warga perbatasan.

Ketidakpastian pembukaan jalur resmi perbatasan berpotensi mendorong peningkatan aktivitas pelintasan tidak resmi di sepanjang garis perbatasan.

Warga mendesak pengambil kebijakan di tingkat pusat untuk melihat secara langsung kondisi riil masyarakat perbatasan yang terdampak kebijakan tersebut.

Sektor usaha mikro dan distribusi komoditas lokal antarwilayah perbatasan ikut mangkrak akibat ketidakjelasan jadwal pembukaan perbatasan.

Masyarakat berharap sinergi instansi terkait dapat segera memulihkan fungsi PLBN Aruk sebagai pusat pelayanan perbatasan secara utuh.

Evaluasi kelayakan pembukaan kembali fasilitas perlintasan darat tersebut disuarakan agar aktivitas masyarakat kembali normal.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK