faktakalbar

Air Sungai Belitang Tercemar Diduga Akibat PETI, Warga Sekadau Desak Polsek Balai Sepuak Bertindak

Faktakalbar.id - Warga Kecamatan Belitang Hulu, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, mengeluhkan kondisi air sungai Belitang tercemar yang diduga akibat maraknya aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di area hulu sungai.

Penulis: Natash Monday, 03 August 2026 📖 1 menit
Air Sungai Belitang Tercemar Diduga Akibat PETI, Warga Sekadau Desak Polsek Balai Sepuak Bertindak
Kondisi air sungai Belitang di Sekadau yang mendadak keruh dan diduga tercemar aktivitas penambangan emas tanpa izin di hulu sungai. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Warga Kecamatan Belitang Hulu, Kabupaten Sekadau, mengeluhkan kondisi air sungai Belitang tercemar yang diduga akibat maraknya aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di area hulu sungai.

Pencemaran tersebut membuat kondisi air sungai berubah menjadi sangat keruh, sehingga tidak lagi layak digunakan untuk memenuhi kebutuhan harian warga setempat.

Padahal, sebagian besar masyarakat di wilayah Belitang Hulu masih menggantungkan pasokan air bersih mereka sepenuhnya dari aliran sungai tersebut.

Dugaan munculnya aktivitas tambang liar di bagian hulu semakin menguat seiring dengan menurunnya kualitas air secara drastis dalam beberapa hari terakhir.

Kondisi buruk ini memicu keprihatinan mendalam dari warga setempat yang merasa kebutuhan dasar mereka akan air bersih kian terancam.

Keluhan mengenai masalah air sungai Belitang tercemar ini disuarakan secara terbuka oleh warga melalui platform media sosial guna menarik perhatian pihak berwenang.

"Kepada yang terhormat Pemerintah Kabupaten Sekadau dan aparat, terlebih khusus daerah Belitang Hulu, kami sebagai warga yang sepenuhnya masih 100 persen kebutuhan dari air sungai Belitang, dan saat ini tercemar oleh PETI ilegal di hulu sungai Belitang, untuk ini kami sampaikan agar aparat kepolisian Balai Sepuak menindaklanjuti ini," tulis salah satu warga di media sosial.

Warga mendesak jajaran Polsek Balai Sepuak bersama Pemerintah Kabupaten Sekadau untuk segera melakukan inspeksi mendadak ke lokasi hulu sungai.

Masyarakat berharap adanya penindakan tegas serta penutupan aktivitas PETI agar kondisi perairan di wilayah mereka dapat segera pulih seperti sediakala.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kepolisian Sektor Balai Sepuak maupun jajaran Pemkab Sekadau masih dikonfirmasi terkait langkah penanganan yang akan ditempuh.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK