5 Cara Mengenali Link Berbahaya Sebelum Dibuka
Simak 5 cara mengenali link berbahaya sebelum dibuka, mulai dari mengecek URL hingga mengenali pesan phishing yang mendesak pengguna untuk segera mengeklik tautan.
Faktakalbar.id - Link atau tautan sering dikirim melalui WhatsApp, email, SMS hingga media sosial. Sekilas terlihat seperti tautan biasa, tetapi link tertentu dapat mengarahkan pengguna ke situs palsu yang dirancang untuk mencuri data pribadi atau memasang malware.
Karena itu, pengguna sebaiknya tidak langsung mengeklik setiap link yang diterima, terutama jika dikirim dari nomor atau akun yang tidak dikenal. Berikut beberapa cara sederhana untuk mengenali link yang patut dicurigai.
- Periksa alamat URL sebelum mengeklik
Perhatikan alamat situs yang muncul pada link. Tautan palsu sering menggunakan nama yang dibuat menyerupai situs resmi, tetapi terdapat perbedaan kecil seperti tambahan huruf, angka, atau salah eja.
Jika menggunakan komputer, arahkan kursor ke link tanpa mengekliknya untuk melihat alamat tujuan sebenarnya. CISA menyarankan pengguna memastikan alamat tujuan sesuai dengan teks atau situs yang diklaim.
- Waspadai link yang membuat panik
Pesan seperti “akun akan diblokir”, “rekening bermasalah”, “hadiah akan hangus” atau “segera konfirmasi sekarang” patut dicurigai, terutama jika disertai tautan.
Penipu sering menggunakan rasa takut atau urgensi agar korban bertindak cepat tanpa memeriksa informasi terlebih dahulu.
- Jangan mudah percaya meski memakai nama perusahaan terkenal
Link phishing bisa dibuat seolah-olah berasal dari bank, marketplace, layanan pengiriman, media sosial atau perusahaan yang dikenal.
Jika menerima pesan yang mengaku dari sebuah perusahaan, jangan menggunakan link dalam pesan tersebut. Lebih aman membuka aplikasi atau mengetik sendiri alamat situs resmi perusahaan untuk melakukan pengecekan.
- Periksa apakah situs menggunakan HTTPS
Sebelum memasukkan data pribadi, perhatikan alamat situs dan pastikan koneksi menggunakan HTTPS. Namun, HTTPS bukan jaminan bahwa sebuah situs pasti aman karena situs penipuan juga dapat menggunakan HTTPS.
Karena itu, pemeriksaan alamat domain tetap penting dan jangan hanya mengandalkan ikon gembok pada browser.
- Jangan memasukkan data pribadi setelah mengeklik link mencurigakan
Jika sebuah link meminta password, PIN, kode OTP, nomor kartu, atau informasi keuangan secara tiba-tiba, jangan langsung mengisinya.
FTC menyarankan pengguna yang menerima pesan mencurigakan untuk menghubungi perusahaan terkait melalui situs atau nomor yang sudah diketahui benar, bukan melalui informasi kontak yang diberikan dalam pesan tersebut.
Jika terlanjur mengeklik link mencurigakan, jangan panik. Hindari memasukkan data apa pun, tutup halaman tersebut, perbarui perangkat lunak keamanan, dan lakukan pemindaian perangkat jika diperlukan.
Kebiasaan sederhana seperti memeriksa alamat URL dan tidak terburu-buru mengeklik dapat membantu mengurangi risiko menjadi korban phishing.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.
Berita Terkait
Teknologi