faktakalbar

21 Hari Asap Gambut Belum Padam 36 Hektare Lahan Kebun Warga Di Sungai Rasau Masih Menyala

Faktakalbar.id - Penanganan kebakaran lahan gambut seluas 36,5 hektare di Jalan Senen, Kelurahan Sungai Rasau, Singkawang Utara, telah memasuki hari ke-21 pada Kamis (10/9/2026).

Penulis: Natash Friday, 11 September 2026 📖 1 menit
21 Hari Asap Gambut Belum Padam 36 Hektare Lahan Kebun Warga Di Sungai Rasau Masih Menyala
Petugas gabungan menyisir kepulan asap dan bara api bawah tanah pada hari ke-21 penanganan kebakaran lahan gambut di Sungai Rasau. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Penanganan kebakaran lahan gambut seluas 36,5 hektare di Jalan Senen, Kelurahan Sungai Rasau, Singkawang Utara, telah memasuki hari ke-21 pada Kamis (10/9/2026).

Meskipun kobaran api utama sudah berhasil dipadamkan, tim gabungan hingga kini masih menemukan sejumlah titik bara api kecil dan kepulan asap pekat.

Struktur tanah gambut yang dalam serta vegetasi semak belukar kering membuat bara api berpotensi kembali menyala sewaktu-waktu.

Vegetasi yang hangus didominasi oleh tanaman komersial seperti kebun sawit, karet, nanas, rambutan, hingga hamparan pakis dan ilalang kering.

Penyisiran dan penyiraman pendinginan dilakukan secara intensif oleh gabungan personel Polres Singkawang, Koramil, serta relawan MPA Setapuk Kecil dan Sungai Rasau.

Hingga saat ini, pihak kepolisian belum bisa memastikan penyebab pasti dari terbakarnya puluhan hektare lahan perkebunan tersebut.

Cuaca panas terik serta musim kemarau panjang disinyalir mempercepat laju perambatan api pada vegetasi bawah tanah.

Petugas gabungan terus bersiap di titik lokasi guna memastikan luas areal terdampak tidak bertambah dari batas 36,5 hektare.

Masyarakat yang bermukim di sekitar area perkebunan diimbau untuk tidak membakar sampah atau membuka lahan secara sembarangan.

Penyisiran bara api di bawah permukaan tanah gambut diperkirakan masih membutuhkan waktu hingga seluruh kawasan benar-benar aman dari potensi kebakaran susulan.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK