1.944 Kasus ISPA Tercatat di Sekadau, Puskesmas Sekadau Catat Angka Tertinggi
Faktakalbar.id - Sebanyak 1.944 kasus infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA tercatat di Kabupaten Sekadau hingga pekan ke-35 tahun 2026.
Faktakalbar.id - Sebanyak 1.944 kasus infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA tercatat di Kabupaten Sekadau hingga pekan ke-35 tahun 2026.
Angka tersebut merupakan hasil rekapitulasi dari 12 puskesmas dan RSUD Sekadau sejak minggu pertama 2026.
Dari seluruh fasilitas kesehatan yang masuk dalam pendataan, Puskesmas Sekadau mencatat jumlah kasus paling tinggi.
Puskesmas Sekadau mencatat 533 kasus ISPA atau sekitar 27,4 persen dari total kasus yang terdata.
Puskesmas SP3 Trans menjadi fasilitas dengan jumlah kasus tertinggi berikutnya dengan 270 kasus.
Puskesmas Nanga Taman mencatat 158 kasus hingga pekan ke-35.
Kemudian Puskesmas SPN 6 Kayu Lapis mencatat 157 kasus dan Puskesmas Rawak sebanyak 154 kasus.
Puskesmas Selalong berada setelahnya dengan 147 kasus, sedangkan Puskesmas Sebetung mencatat 145 kasus.
Puskesmas Nanga Mahap mencatat 130 kasus dan Puskesmas Nanga Belitang sebanyak 115 kasus.
Sementara itu, Puskesmas Tapang Perodah mencatat 76 kasus ISPA selama periode pendataan.
Puskesmas Balai Sepuak mencatat 46 kasus dan Puskesmas Sungai Ayak mencatat 10 kasus.
Jumlah paling sedikit dalam rekapitulasi tersebut tercatat di RSUD Sekadau dengan tiga kasus.
Secara keseluruhan, kasus ISPA tersebar pada fasilitas kesehatan di berbagai wilayah Kabupaten Sekadau.
Kepala Dinkes PP & KB Kabupaten Sekadau Henry Alpius mengatakan perkembangan kasus mulai menunjukkan peningkatan saat wilayah Sekadau memasuki periode kemarau.
Peningkatan kasus lebih terlihat sejak Agustus 2026 ketika kondisi cuaca menjadi kering.
Perubahan kualitas udara di sejumlah wilayah juga terjadi pada periode tersebut.
Kondisi kemarau kemudian turut diikuti kabut asap di sejumlah wilayah Sekadau.
Namun, Henry menegaskan kasus ISPA yang tercatat tidak dapat langsung dikaitkan hanya dengan paparan asap.
Kemarau panjang juga menjadi salah satu kondisi yang perlu diperhatikan dalam perkembangan kasus tersebut.
Menurutnya, perubahan lingkungan selama musim kering dapat turut memengaruhi kesehatan masyarakat.
Kondisi tersebut juga dapat meningkatkan keluhan yang berkaitan dengan saluran pernapasan.
Data 1.944 kasus hingga pekan ke-35 menjadi gambaran jumlah keluhan ISPA yang tercatat melalui fasilitas kesehatan di Sekadau.
Sementara itu, perkembangan kasus tetap perlu dilihat berdasarkan kondisi lingkungan dan faktor lain yang dapat memengaruhi kesehatan saluran pernapasan.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.