Baca Juga: KCC Glass Indonesia Keluhkan Janji Pemerintah yang Tak Sesuai, Harga Gas Jadi Sorotan
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Laode Sulaeman, memastikan bahwa krisis geopolitik menjadi faktor utama di balik melambungnya ICP tersebut.
“Lonjakan ICP tidak terlepas dari dinamika geopolitik global yang memanas sepanjang Maret 2026,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia merinci bagaimana pecahnya konflik bersenjata menyebabkan disrupsi pasokan hingga memaksa harga LPG nonsubsidi naik di dalam negeri.
“Kenaikan harga minyak mentah global dipicu oleh eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, yang berdampak langsung terhadap pasokan energi dunia,” tambah Laode.
Terganggunya jalur distribusi energi global menjadi penyumbang terbesar krisis ini, termasuk adanya penghentian aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz yang selama ini menjadi jalur perlintasan bagi sekitar 20 persen pasokan minyak dunia. Situasi diperparah dengan berbagai serangan terhadap fasilitas energi di kawasan Timur Tengah yang turut memperburuk pasokan secara global.
(*Red)
















