“Kita dihadapkan pada penghematan dan pengurangan dana transfer pusat ke daerah. Di sisi lain, tuntutan masyarakat sangat tinggi. Karena itu ASN harus benar-benar mampu bekerja profesional, efektif, dan efisien,” katanya.
Baca Juga: 63 Pahlawan Kemanusiaan Terima Penghargaan dari PMI Pontianak
Ia menambahkan, sejumlah indikator pembangunan seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM), angka kemiskinan, dan pelayanan dasar sebenarnya masih dapat terus ditingkatkan apabila tata kelola pemerintahan dijalankan dengan maksimal.
Namun, Edi juga tidak menampik bahwa masih terdapat berbagai kelemahan di internal pemerintahan, mulai dari penyusunan anggaran, penempatan program, hingga aspek pengawasan dan evaluasi.
Hasil audit selama ini menunjukkan masih adanya persoalan dalam tahap monitoring, kontrol pelaksanaan program, serta koordinasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dinilai belum optimal.
“Kita akui masih ada kelemahan. Bukan untuk dimaklumi, tetapi untuk disadari dan diperbaiki. Kalau sumbatan-sumbatan ini bisa kita atasi, saya yakin tidak ada yang sulit dalam memecahkan persoalan di Kota Pontianak,” tegasnya.
Mengakhiri arahannya, ia berharap seluruh aparatur di lingkungan Pemkot Pontianak dapat terus memperkuat harmonisasi kerja, meningkatkan inovasi, dan berpegang teguh pada aturan serta standar pelayanan yang berlaku, sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin optimal di berbagai sektor, baik itu infrastruktur, kesehatan, pendidikan, sosial, hingga ekonomi.
(FR)
















