Tingkatkan Kesadaran Keselamatan, Satlantas Polres Sekadau Beri Teguran Humanis pada Pelanggar

Petugas Satlantas memberikan teguran persuasif kepada sejumlah pengendara remaja yang kedapatan tidak menggunakan helm berstandar SNI di Sekadau Hilir.
Petugas Satlantas memberikan teguran persuasif kepada sejumlah pengendara remaja yang kedapatan tidak menggunakan helm berstandar SNI di Sekadau Hilir. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, SEKADAU – Kegiatan penerangan keliling (penling) yang rutin dilaksanakan oleh jajaran Satlantas Polres Sekadau pada Minggu (12/4/2026) tidak hanya diisi dengan sekadar imbauan lisan.

Dalam pelaksanaannya, operasi simpatik ini juga disertai dengan pemberian teguran humanis secara langsung kepada para pengendara roda dua yang kedapatan melanggar aturan berlalu lintas.

Baca Juga: Cegah Balap Liar dan Knalpot Brong, Satlantas Gencarkan Edukasi Lalu Lintas Pelajar Kubu Raya

Operasi penertiban simpatik ini dipusatkan di depan Pos Lalu Lintas, Jalan Merdeka, wilayah Kecamatan Sekadau Hilir.

Pada kesempatan tersebut, petugas di lapangan terpantau memberikan teguran preventif secara langsung kepada sejumlah pengendara dari kalangan remaja.

Mereka diberhentikan karena kedapatan nekat berkendara tanpa menggunakan alat keselamatan kepala, termasuk bagi penumpang yang dibonceng di belakang.

Alih-alih memberikan sanksi tilang secara kaku, petugas Satlantas Polres Sekadau justru mengedepankan pendekatan secara persuasif dan edukatif.

Pihak kepolisian secara sabar mengingatkan para remaja tersebut bahwa penggunaan helm berstandar Standar Nasional Indonesia (SNI) merupakan sebuah kewajiban hukum.

Lebih dari itu, pemakaian helm adalah kebutuhan keselamatan paling dasar yang sama sekali tidak boleh diabaikan, baik oleh pengendara maupun penumpang yang dibonceng.

Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) AKP Triyono menjelaskan bahwa pemberian teguran humanis di lapangan tersebut merupakan bagian krusial dari upaya edukatif institusi kepolisian.

Baca Juga: Resahkan Warga, 8 Motor Terjaring Razia Knalpot Brong dan Antisipasi Balap Liar di Putussibau

Tujuannya adalah untuk menanamkan dan membangun kesadaran tertib berlalu lintas sejak dini, dengan fokus utama pembinaan di kalangan generasi muda daerah.

“Remaja menjadi salah satu kelompok yang rentan mengabaikan keselamatan berkendara. Oleh karena itu, kami mengedepankan pendekatan humanis agar pesan yang disampaikan dapat diterima dan dipahami,” ujar AKP Triyono.

Triyono lebih lanjut menekankan bahwa kepatuhan warga dalam menggunakan kelengkapan helm standar bukan sekadar untuk menghindari sanksi tilang atau razia kepolisian.

Jauh lebih esensial, pemakaian helm bertujuan untuk memproteksi area vital dari risiko cedera fatal apabila pengemudi mengalami kecelakaan di jalan raya.