Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Pernahkah Anda terbangun di tengah malam karena mendengar suara bising dari pasangan yang menggemeretakkan giginya? Atau mungkin, Anda sering terbangun dengan rahang yang terasa pegal dan sakit kepala tanpa alasan yang jelas?
Kebiasaan menggertakkan, menekan, atau menggesekkan gigi saat terlelap ini dalam dunia medis dikenal dengan istilah sleep bruxism.
Meskipun sering kali tidak disadari oleh pelakunya, kebiasaan ini tidak boleh diremehkan karena dapat merusak lapisan luar gigi (enamel) dan menyebabkan gangguan pada sendi rahang.
Lantas, apa sebenarnya yang membuat seseorang menggertakkan giginya saat tidur? Berikut adalah beberapa penyebab utamanya:
Baca Juga:Â Mengenal Orthosomnia: Gangguan Tidur Akibat Obsesi Data Smartwatch
1. Stres dan Kecemasan Berlebih
Ini adalah penyebab paling umum dari bruxism.
Ketika Anda memendam stres, frustrasi, amarah, atau kecemasan di siang hari, tubuh akan mencari cara untuk melepaskan ketegangan tersebut saat Anda tertidur.
Otot-otot rahang yang menegang secara tidak sadar akan bergesekan satu sama lain sebagai respons fisik terhadap beban pikiran yang belum terselesaikan.
2. Gangguan Tidur (Sleep Apnea)
Orang yang menggertakkan gigi saat tidur berisiko tinggi memiliki gangguan tidur lainnya, seperti mendengkur keras atau obstructive sleep apnea (henti napas sejenak saat tidur).
Ketika saluran napas menyempit atau terhalang, otak akan mengirimkan sinyal panik ke otot-otot tubuh, termasuk otot rahang, untuk bergerak agar saluran udara kembali terbuka. Proses inilah yang sering memicu gemeretak gigi.
3. Pengaruh Gaya Hidup
Kebiasaan yang Anda lakukan sebelum tidur sangat memengaruhi aktivitas otak di malam hari.
Mengonsumsi minuman berkafein (seperti kopi atau teh kental) dan minuman beralkohol secara berlebihan, terutama di sore dan malam hari, dapat membuat otot rahang menjadi hiperaktif.
Begitu pula dengan kebiasaan merokok, di mana nikotin bertindak sebagai stimulan yang mengganggu fase tidur nyenyak.
4. Susunan Gigi yang Tidak Rata (Malocclusion)
Penyebab ini murni bersifat fisik. Jika susunan gigi atas dan bawah Anda tidak rata atau rahang tidak menutup dengan sejajar (asimetris), tubuh secara alami akan berusaha mencari posisi yang nyaman.
Dalam proses mencari posisi tersebut saat tidur, gigi bagian atas dan bawah akan terus bergesekan tanpa disadari.
5. Efek Samping Obat-obatan Tertentu
Dalam beberapa kasus, bruxism bisa muncul sebagai efek samping dari konsumsi obat-obatan psikiatri tertentu, khususnya obat antidepresan. Senyawa kimia dalam obat tersebut dapat memengaruhi sistem saraf pusat yang mengatur pergerakan otot wajah dan rahang saat tidur.
Bagaimana Cara Mengatasinya?
Jika Anda mencurigai diri sendiri atau pasangan mengalami sleep bruxism, langkah pertama yang paling efektif adalah melakukan manajemen stres, seperti meditasi, mendengarkan musik santai, atau mandi air hangat sebelum tidur.
Selain itu, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter gigi.
Dokter biasanya akan merekomendasikan penggunaan pelindung gigi khusus (mouthguard atau night guard) yang dipakai saat tidur untuk mencegah gigi saling bergesekan, sehingga lapisan gigi tetap aman dan otot rahang menjadi lebih rileks.
Baca Juga:Â Sulit Tidur atau Malah Tidur Seharian Saat Stres? Ternyata Ini Penyebab Medis dan Psikologisnya
(Mira)
















