“Amanah (kepemimpinan) ini adalah tanggung jawab sosial untuk ikut menjaga, merawat, dan membangun Kota Pontianak. Tanggung jawab ini tidak hanya di dunia, tapi juga di akhirat,” tegasnya.
Di akhir pesannya, pihak Polresta memastikan tidak akan alergi terhadap kritik, selama barisan pemuda tetap mengedepankan etika dan nilai-nilai keagamaan dalam bersuara, alih-alih memicu kerusuhan yang merugikan masyarakat luas.
(Mira)
















