Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Ketidakpastian ekonomi global yang tengah terjadi saat ini secara aktif mendorong banyak orang untuk bersikap lebih hati-hati dalam mengelola keuangan.
Fenomena ini memicu pertanyaan besar di kalangan masyarakat mengenai perlu tidaknya melanjutkan investasi atau justru menyimpan seluruh dana dalam bentuk tunai.
Para perencana keuangan menilai bahwa meskipun kondisi pasar sedang bergejolak, instrumen investasi tetap menawarkan peluang bagi mereka yang memiliki strategi matang.
Baca Juga:Â Mau Investasi? Sekarang Bisa Cicil Emas di BRImo
Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah mengamankan likuiditas pribadi. Prinsip cash is the king secara aktif memberikan perlindungan maksimal saat terjadi guncangan ekonomi mendadak.
Namun, para ahli memperingatkan agar nasabah tidak menyimpan uang tunai secara berlebihan dalam jangka panjang karena inflasi akan menggerus nilai uang tersebut secara perlahan.
Pahami Risiko dan Siapkan Dana Darurat
Sebelum melangkah lebih jauh, Anda secara aktif harus memahami profil risiko masing-masing. Setiap individu memiliki toleransi yang berbeda terhadap fluktuasi pasar, sehingga pemilihan instrumen harus selaras dengan karakter personal.
Pengenalan diri yang baik mencegah investor mengambil keputusan impulsif saat melihat harga aset mengalami penurunan tajam.
Hal yang tidak kalah krusial adalah ketersediaan dana darurat. Pastikan Anda sudah menyisihkan dana minimal setara dua hingga tiga bulan pengeluaran sebelum mulai menanamkan modal pada instrumen investasi.
Dana darurat secara aktif berperan sebagai penyelamat saat terjadi kebutuhan mendesak, sehingga Anda tidak perlu mencairkan aset investasi yang sedang mengalami kerugian.
















