Saat Peduli Menjadi Beban, Mengenal Compassion Fatigue Akibat Empati Berlebihan

"Benarkah terlalu empati bisa bikin capek mental? Kenali gejala compassion fatigue dan cara menjaga kewarasan saat terlalu peduli pada orang lain."
Benarkah terlalu empati bisa bikin capek mental? Kenali gejala compassion fatigue dan cara menjaga kewarasan saat terlalu peduli pada orang lain. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Memiliki rasa empati yang tinggi sering kali dianggap sebagai kualitas diri yang mulia.

Kemampuan untuk memahami dan merasakan apa yang dialami orang lain membuat seseorang menjadi pendengar yang baik dan teman yang suportif.

Namun, pernahkah kamu merasa sangat terkuras secara emosional setelah mendengarkan curhatan teman atau melihat berita duka?

Jika jawabannya iya, bisa jadi kamu sedang mengalami apa yang disebut dengan kelelahan empati.

Baca Juga: Tanamkan Empati Siswa, SMA Taman Mulia Gelar Anjangsana Ramadan ke Panti Asuhan

Fenomena ini nyata adanya dan dapat berdampak buruk pada kesehatan mental jika tidak segera diatasi.

Mengenal Compassion Fatigue

Dalam dunia psikologi, kondisi ini sering disebut sebagai compassion fatigue atau kelelahan kasih sayang.

Ini adalah kondisi kelelahan fisik dan emosional yang dialami seseorang akibat terlalu sering menyerap penderitaan atau emosi negatif orang lain.

Empati yang terlalu besar tanpa adanya batasan (boundaries) yang sehat dapat membuat seseorang merasa “hampa” dan kehilangan energi untuk dirinya sendiri.

Tanda-Tanda Kamu Mengalami Kelelahan Empati

Ada beberapa ciri yang menunjukkan bahwa rasa empatimu sudah mulai melampaui batas kewajaran, di antaranya: