Buka Seminar DWP, Gubernur Kalbar Ria Norsan Ingatkan Peran Ibu Cegah Radikalisme Era Digital

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, saat memberikan sambutan dan arahan dalam acara Seminar Harmonisasi Kerukunan Umat dan Halalbihalal DWP Provinsi Kalbar di Pontianak, Senin (6/4/2026).
Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, saat memberikan sambutan dan arahan dalam acara Seminar Harmonisasi Kerukunan Umat dan Halalbihalal DWP Provinsi Kalbar di Pontianak, Senin (6/4/2026). (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, secara resmi membuka kegiatan Seminar Harmonisasi Kerukunan Umat yang dirangkaikan dengan acara Halalbihalal Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Kalimantan Barat.

Agenda strategis tersebut diselenggarakan di Aula Garuda, Gedung Terpadu Kantor Gubernur Kalimantan Barat, pada Senin (6/4/2026).

Baca Juga: Densus 88 Nilai Positif Langkah Pemuda Muhammadiyah Kubu Raya Tangkal Paham Radikal

Seminar tingkat provinsi kali ini mengangkat tema “Peningkatan Kapasitas Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dengan Sinergi Cegah Paham Radikalisme dan Premanisme Dalam Keluarga”.

Acara ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Barat, tokoh masyarakat, akademisi, praktisi hukum, serta jajaran pengurus dan anggota DWP dari berbagai kabupaten dan kota.

Dalam sambutan arahannya, Gubernur Kalbar Ria Norsan menyoroti tantangan besar pengasuhan anak di tengah pusaran era digital.

Ia mengingatkan bahwa pesatnya perkembangan teknologi dan arus informasi membuat dunia seolah berada dalam genggaman, namun kemajuan ini turut membawa dampak negatif yang signifikan, khususnya terkait penyalahgunaan kebebasan berpendapat di berbagai platform media sosial.

Untuk memberikan gambaran skala ancaman, ia memaparkan data faktual dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Sepanjang tahun 2025 lalu, BNPT mencatat adanya sekitar 21.199 konten di media sosial yang mengandung muatan intoleransi, radikalisme, hingga terorisme.

“Oleh karena itu, hal ini dinilai sebagai ancaman serius bagi keutuhan bangsa jika tidak segera ditangani dengan regulasi yang tepat dari pemerintah pusat,” kata Gubernur Ria Norsan di hadapan para peserta seminar.

Guna mengantisipasi ancaman bahaya tersebut, Gubernur Kalbar Ria Norsan menitipkan instruksi khusus kepada seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan agar bertindak sebagai garda terdepan dalam proses bimbingan anak di lingkungan rumah.