4. Risiko Terpapar dan Menyebarkan Misinformasi
Lapangan penuh dengan informasi yang simpang siur.
Riset awal adalah benteng untuk menyaring mana fakta dan mana rumor.
Jurnalis yang datang dengan “tangan kosong” berisiko menelan mentah-mentah informasi yang salah di lokasi kejadian.
Jika misinformasi ini masuk ke dalam berita, dampaknya adalah menyesatkan publik dan bisa memicu kegaduhan sosial.
5. Meruntuhkan Kredibilitas Personal dan Media
Kredibilitas adalah aset termahal bagi seorang jurnalis.
Sekali jurnalis ketahuan salah menuliskan fakta akibat malas riset, pembaca akan sulit mempercayai karya-karya selanjutnya.
Hal ini juga berdampak buruk pada nama baik perusahaan media tempatnya bernaung.
Di era digital, satu kesalahan kecil akibat kurang riset bisa berakibat fatal karena jejak digital yang sulit dihapus.
Baca Juga: Belajar dari Baek Yi-jin di Drakor 2521, Ini 5 Realita Pahit Manis Kehidupan Cinta Seorang Jurnalis
(Mira)
















