Bukan Sekadar Camilan, Inilah Alasan Mengapa Nastar Begitu Identik dengan Lebaran

"Mengapa nastar selalu ada saat Idul Fitri? Simak sejarah akulturasi budaya hingga makna filosofis di balik kue kering nanas yang melegenda ini."
Mengapa nastar selalu ada saat Idul Fitri? Simak sejarah akulturasi budaya hingga makna filosofis di balik kue kering nanas yang melegenda ini. (Dok. Ist)

4. Proses Pembuatan yang Menjadi Tradisi Keluarga

Identitas nastar dengan Lebaran juga terbangun melalui proses pembuatannya.

Membuat nastar membutuhkan ketelatenan, mulai dari memasak selai nanas hingga membulatkan adonan secara presisi.

Kegiatan membuat nastar bersama anggota keluarga di hari-hari menjelang hari raya telah menjadi tradisi turun-temurun.

Momen kebersamaan di dapur inilah yang membuat nastar memiliki nilai emosional yang kuat bagi banyak orang.

5. Daya Tahan yang Cukup Lama

Di masa lalu, sebelum teknologi pengemasan secanggih sekarang, daya tahan makanan menjadi pertimbangan utama.

Nastar adalah jenis kue kering yang jika dipanggang dengan benar, bisa bertahan cukup lama meski tanpa bahan pengawet.

Hal ini sangat praktis bagi masyarakat Indonesia yang merayakan Lebaran dalam durasi yang cukup panjang, mulai dari kunjungan keluarga inti hingga open house untuk kerabat jauh.

Baca Juga: Pemerintah Gelar Sidang Isbat Sore Ini, Cek Beda Prediksi Tanggal Idul Fitri 1447 H

(Mira)