Temui Pihak Pertamina, Gubernur Kalbar Ria Norsan Pastikan Stok BBM Aman dan Minta Kuota Ditambah

"Gubernur Kalbar Ria Norsan pastikan stok BBM aman usai bertemu EGM Pertamina. Pemprov minta penambahan kuota dan perpanjangan jam operasional SPBU."
Gubernur Kalbar Ria Norsan pastikan stok BBM aman usai bertemu EGM Pertamina. Pemprov minta penambahan kuota dan perpanjangan jam operasional SPBU. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, memastikan ketersediaan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Kalimantan Barat dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.

Penegasan ini disampaikan menyusul terjadinya antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dalam beberapa hari terakhir.

Guna menangani situasi tersebut, Gubernur menggelar pertemuan khusus bersama Executive General Manager (EGM) PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Isfahani, di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, Jumat (20/3).

Pertemuan ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar, Harisson, beserta jajaran perangkat daerah terkait.

Baca Juga: Antrean BBM Mengular di Pontianak, BEM SEKA Kalbar Desak Pemerintah Bertindak Nyata

Ria Norsan meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan akibat kekhawatiran yang tidak berdasar.

“Saya imbau masyarakat tidak perlu panik. Stok BBM kita cukup, dan hari ini kita mulai mengatur distribusi agar tidak terjadi penumpukan antrean di SPBU,” ujar Ria Norsan usai pertemuan tersebut.

Ia menjelaskan bahwa fenomena antrean yang terjadi saat ini dipicu oleh lonjakan permintaan masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri, seiring dengan tingginya mobilitas warga yang akan melakukan tradisi mudik.

Sebagai langkah taktis, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat telah menginstruksikan Pertamina untuk menambah kuota penyaluran serta mempercepat proses distribusi ke titik-titik pengisian.

“Saya minta agar pengisian BBM di SPBU dilakukan sebelum stok habis, sehingga masyarakat tetap terlayani dan tidak menimbulkan persepsi kelangkaan. Mudah-mudahan dalam 1–2 hari ke depan antrean dapat terurai,” jelasnya.

Menanggapi instruksi tersebut, EGM PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Isfahani, menyatakan kesiapannya untuk mengoptimalkan pelayanan di lapangan.

Salah satu strategi yang diambil adalah dengan memperpanjang jam operasional SPBU guna memecah kepadatan antrean.