Faktakalbar.id, PONTIANAK – Kepolisian Sektor (Polsek) Pontianak Selatan merespons laporan masyarakat terkait adanya dugaan aktivitas sekelompok remaja yang melakukan aksi menghirup lem (ngelem) pada Selasa (10/3/2026).
Saat petugas kepolisian tiba di lokasi, para pelaku telah melarikan diri namun meninggalkan empat unit sepeda motor di Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Baca Juga: Berkedok Ngabuburit, Aksi Balap Liar Remaja di Pontianak Utara Kocar-kacir Dibubarkan Polisi
Penggerebekan dugaan kenakalan remaja ini menindaklanjuti aduan keresahan warga sekitar.
Tim Patroli Enggang Selatan dari Polsek Pontianak Selatan bersama personel Pengamanan Markas dan Pelayanan Tata Tertib (Pamapta) Polresta Pontianak langsung meluncur ke lokasi untuk melakukan penindakan hukum.
Sayangnya, kedatangan aparat keamanan berseragam diduga telah disadari lebih dulu oleh kelompok remaja tersebut.
Setibanya petugas di lokasi sasaran, tidak ada satupun remaja yang kedapatan sedang melakukan aksi ngelem. Mereka disinyalir kabur berhamburan untuk menghindari proses hukum dari pihak berwajib.
Meski gagal mengamankan para pelaku, aparat penegak hukum tidak pulang dengan tangan kosong. Di lokasi kejadian, polisi menemukan empat unit kendaraan bermotor roda dua yang ditinggalkan begitu saja oleh pemiliknya yang panik saat melarikan diri.
Petugas kemudian menyita dan membawa keempat kendaraan tersebut ke Markas Polresta Pontianak untuk dilakukan pendataan fisik serta penelusuran identitas kepemilikan.
Kapolsek Pontianak Selatan, AKP Inayatun Nurhasanah, menegaskan bahwa pihak kepolisian akan selalu bersikap proaktif dan merespons cepat setiap laporan dari masyarakat.
Langkah ini diambil demi menjaga situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) agar tetap aman dan kondusif di wilayah hukumnya.
“Terima kasih kepada masyarakat yang sudah peduli dan cepat melaporkan. Saat petugas datang memang para pelaku sudah tidak ada di lokasi, tapi motornya masih ‘setia menunggu’. Untuk sementara kendaraan kita amankan guna proses lebih lanjut,” ujar Inayatun.
Merespons fenomena kenakalan remaja ini, Inayatun secara khusus memberikan imbauan tegas kepada para orang tua.
















