Faktakalbar.id, WASHINGTON – Pada 3 November lalu, politisi Amerika Serikat memublikasikan secara daring lebih dari 150 foto dan video yang menampilkan aktivitas liburan mewah Jeffrey Epstein di pulau pribadinya.
Publikasi ini kembali menyoroti kawasan Little St James, yang secara umum dikenal luas oleh publik dunia sebagai Pulau Epstein. Bagi pengacara para korban, pulau tersebut merupakan lokasi utama berbagai kejahatan seksual yang dilakukan Epstein terhadap gadis-gadis di bawah umur.
Little St James, yang sering disebut oleh penduduk setempat sebagai “Pulau Pedofil” dan dijuluki sendiri oleh Epstein sebagai “Little St Jeff’s”, merupakan tempat persembunyian eksklusif bagi sang miliarder.
Mengutip laporan ABC News, Epstein menggunakan kedua pulau pribadinya, yakni Little St James dan Great St James, sebagai pusat aktivitas pribadi dan bisnisnya secara tertutup. Dalam sebuah presentasi bisnis pada tahun 2012, Epstein menyatakan bahwa lokasi Kepulauan Virgin AS “sempurna” karena letaknya yang “sangat terpencil”.
Kedua pulau tersebut terletak berdampingan di perairan Karibia dan memiliki akses yang sangat terbatas.
Lokasi ini hanya dapat dijangkau menggunakan helikopter atau perahu pribadi. Secara geografis, Little St James memiliki luas sekitar 28 hektar, sedangkan pulau tetangganya, Great St James, berukuran lebih besar yakni 67 hektar.
Pulau tersebut sangat sering dikunjungi oleh Epstein dan jejaringnya. Penduduk setempat kerap menuduhnya membawa gadis-gadis di bawah umur ke wilayah terisolasi tersebut.
Dalam salah satu kasus yang paling menyita perhatian publik, Virginia Giuffre mengklaim bahwa mantan pangeran Inggris, Andrew Mountbatten Windsor, telah memperkosanya di Little St James.
Terkait hal tersebut, Ghislaine Maxwell, rekan lama dan kekasih Epstein, memberikan kesaksian kepada pemerintah AS bahwa ia memang berada di pulau itu ketika Andrew berkunjung.
Namun, Maxwell membantah klaim eksploitasi di waktu tersebut dengan menyatakan bahwa “tidak ada perempuan di pulau itu” pada saat kunjungan berlangsung. Maxwell sendiri akhirnya divonis bersalah atas kasus perdagangan seks, konspirasi, dan pengangkutan anak di bawah umur untuk aktivitas seksual ilegal pada tahun 2021.
















