Kasus Campak Melonjak Pasien Wajib Lakukan Isolasi Mandiri

Ilustrasi - Pasien campak wajib melakukan isolasi mandiri di rumah untuk mencegah penularan. Masyarakat harus menghindari kerumunan saat mengalami gejala campak. (Dok. Ist)
Ilustrasi - Pasien campak wajib melakukan isolasi mandiri di rumah untuk mencegah penularan. Masyarakat harus menghindari kerumunan saat mengalami gejala campak. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Individu yang terinfeksi campak wajib melakukan isolasi mandiri. Langkah ini penting masyarakat terapkan untuk mencegah penularan penyakit yang menyebar dengan sangat cepat tersebut.

Pelatih kesehatan sekaligus dokter spesialis penyakit dalam, Kasim Rasjidi, mengimbau masyarakat yang terkena campak untuk melakukan isolasi mandiri dan tidak bersosialisasi.

Campak sangat mudah menular terutama pada kelompok balita dan anak-anak, meskipun orang dewasa juga memiliki kemungkinan untuk terpapar penyakit ini.

Baca Juga: Kasus Campak Tinggi di RI, Seberapa Mudah Virus Ini Menular?

“Betul, kalau kena campak, lakukan isolasi mandiri. Campak itu mudah sekali menular, apalagi pada anak dan balita. Meskipun sebetulnya dewasa juga masih bisa terpapar, saya pernah dapat kasus seorang wanita kena campak di hari pernikahannya,” kata Kasim Rasjidi.

Masa Pemulihan Pasien

Kasim Rasjidi menjelaskan bahwa seseorang yang terinfeksi campak umumnya tidak lagi menularkan virus ketika kondisi tubuhnya kembali bugar.

Secara teori, pasien tidak lagi menularkan virus sekitar lima hari setelah ruam muncul pada kulit. Proses pemulihan setiap pasien membutuhkan waktu yang berbeda-beda.