4. Produk Kopi Instan dan Sangrai
Proses penyangraian (roasting) biji kopi menghasilkan akrilamida, terutama pada tahap awal. Data menunjukkan bahwa kopi instan dalam bentuk bubuk memiliki kadar akrilamida yang lebih tinggi dibandingkan kopi seduh.
Memilih biji kopi dengan tingkat sangrai ringan (light roast) dapat meminimalisir asupan zat kimia ini ke dalam tubuh.
5. Sereal Sarapan Modern
Banyak produk sereal sarapan seperti corn flakes melalui proses pengolahan suhu tinggi untuk mendapatkan tekstur yang renyah. Sereal yang mengandung banyak gula dan berwarna kecokelatan memiliki risiko akrilamida lebih tinggi.
Ahli gizi menyarankan konsumsi biji-bijian yang diolah secara tradisional, seperti oat atau bubur kacang hijau, sebagai alternatif sarapan yang lebih aman.
Baca Juga: Kanker Paru Serang Pasien Usia Muda di Indonesia
Tips Pengolahan Makanan yang Aman
Masyarakat dapat menurunkan kadar akrilamida dengan merendam kentang dalam air selama 15 hingga 30 menit sebelum memasaknya.
Metode memasak seperti mengukus atau merebus tidak menghasilkan akrilamida karena suhu air tidak mencapai titik ekstrem yang memicu reaksi kimia tersebut.
Selain itu, konsumsi sayuran hijau yang kaya akan klorofil dapat membantu tubuh menetralkan dampak karsinogen dari lingkungan.
(*Sr)
















