Dassault Aviation Amankan Pesanan 220 Unit Rafale, Pengadaan Dalam Negeri Perancis Terkendala Anggaran

CEO Dassault Aviation Eric Trappier saat memberikan keterangan terkait capaian pesanan jet tempur Rafale dan kendala anggaran pengadaan domestik. (Dok. HO/Faktakalbar.id)
CEO Dassault Aviation Eric Trappier saat memberikan keterangan terkait capaian pesanan jet tempur Rafale dan kendala anggaran pengadaan domestik. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

“Produksi yang lambat untuk kebutuhan dalam negeri disebabkan oleh kendala anggaran dari pemerintah. Hal ini secara langsung membatasi laju pengadaan domestik,” tulis keterangan resmi terkait situasi tersebut.

Pada tahun 2025, Dassault berhasil memproduksi total 26 unit jet Rafale. Namun, dari total produksi tersebut, hanya 11 unit yang berhasil dikirimkan ke Angkatan Udara dan Antariksa Perancis (AAE), sementara sisanya dialokasikan untuk memenuhi pesanan pelanggan luar negeri.

Baca Juga: Indonesia dan India Capai Kesepakatan Pengadaan Rudal BrahMos untuk Perkuat Pertahanan Maritim

Ketidakpastian anggaran dalam negeri ini menjadi sorotan di tengah upaya Dassault untuk mempercepat lini produksi mereka guna memenuhi kontrak-kontrak besar dari berbagai negara.

Perancis sendiri harus menyeimbangkan antara prioritas pertahanan nasional dengan ketersediaan ruang fiskal negara.

Kendati pengadaan domestik melambat, keberhasilan Dassault dalam mengamankan 175 unit pesanan luar negeri menunjukkan bahwa jet tempur Rafale tetap menjadi salah satu pesawat tempur yang paling diminati di pasar alutsista global saat ini.

(FR)