Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Berlari setiap hari sering kali dianggap sebagai puncak konsistensi dalam bergaya hidup sehat. Namun, pelatih lari Anoush Arakelian menekankan bahwa kebiasaan ini tidak bisa dinilai secara hitam putih. Menurutnya, manfaat dan risiko lari setiap hari sangat bergantung pada bagaimana seseorang mengatur intensitas dan mendengarkan kebutuhan tubuhnya.
“Kata baik atau buruk membuatnya terdengar seperti pertanyaan ya atau tidak. Padahal sangat bergantung pada masing-masing orang,” ujar Arakelian sebagaimana dikutip dari SELF, Selasa (10/3/2026).
Pentingnya Pemulihan Aktif (Active Recovery)
Menurut Arakelian, berlari setiap hari secara teknis bisa dilakukan asalkan tidak semua sesi dilakukan dengan intensitas tinggi.
Kuncinya adalah menyisipkan sesi active recovery, yakni lari ringan dengan tempo lambat yang bertujuan untuk menjaga mobilitas tubuh tanpa membebani otot dan sendi secara berlebihan.
Sayangnya, banyak pelari justru terjebak dalam ego untuk selalu tampil cepat. Kemampuan untuk berlari lambat pada hari-hari tertentu disebut sebagai runner maturity atau kedewasaan pelari. Pelari yang dewasa secara pengalaman tidak lagi terobsesi pada pace atau jarak tempuh di setiap sesinya, melainkan lebih fokus pada keseimbangan antara latihan dan pemulihan.
















