BMKG Pantau Dua Bibit Siklon Tropis, Waspada Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Indonesia

BMKG mendeteksi dua bibit siklon tropis 93S dan 95W yang berpotensi memicu hujan lebat dan cuaca ekstrem di berbagai wilayah Indonesia.
BMKG mendeteksi dua bibit siklon tropis 93S dan 95W yang berpotensi memicu hujan lebat dan cuaca ekstrem di berbagai wilayah Indonesia. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, NASIONAL – Keberadaan dua bibit siklon tropis yakni 93S dan 95W di sekitar perairan wilayah Indonesia diprakirakan memicu peningkatan curah hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat di sejumlah daerah.

Hal tersebut berdasarkan hasil pantauan dan analisis cuaca terkini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Senin (9/3/2026).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Kalimantan Barat 8 Maret 2026: Waspada Hujan dengan Intensitas Sedang Disertai Angin Kencang

Prakirawan BMKG Diahayu dalam keterangan resminya secara daring di Jakarta menjelaskan bahwa pihaknya memantau bibit siklon 93S yang saat ini berada di perairan Samudera Hindia selatan Lampung.

Sistem cuaca tersebut tercatat memiliki kecepatan angin maksimum sekitar 30 knot dan tekanan udara minimum 999 hPa.

BMKG mengonfirmasi bahwa sistem tersebut memiliki potensi rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam kurun waktu 48 jam ke depan. Sistem ini diperkirakan akan melemah dengan intensitas angin menurun menjadi sekitar 25 knot dalam periode 48 hingga 72 jam ke depan.

Meski demikian, bibit siklon tropis ini tetap menginduksi terbentuknya aliran angin kencang lapisan bawah (low level jet) serta memicu daerah konvergensi di Samudera Hindia selatan wilayah Lampung.

Selain itu, BMKG juga memantau pergerakan bibit siklon tropis 95W yang terdeteksi berada di Samudera Pasifik utara Papua. Sistem ini memiliki kecepatan angin maksimum sekitar 15 knot dengan tekanan udara minimum 1006 hPa. Sama halnya dengan siklon sebelumnya, sistem ini memiliki potensi rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis dan diprakirakan akan melemah dalam dua hingga tiga hari ke depan.

Di luar keberadaan kedua bibit siklon tersebut, BMKG turut mengidentifikasi adanya sirkulasi siklonik di perairan barat Aceh dan Laut Sulawesi. Kondisi ini membentuk daerah konvergensi yang memanjang dari perairan barat Aceh hingga daratan wilayah Aceh, serta di perairan sekitar Laut Sulawesi.

Diahayu menjelaskan bahwa kombinasi dinamika atmosfer dari bibit siklon, sirkulasi siklonik, dan konvergensi angin tersebut secara signifikan meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia.

Terkait kondisi ini, BMKG mengeluarkan imbauan resmi kepada masyarakat untuk senantiasa mewaspadai potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang diprakirakan melanda Provinsi Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Timur.

Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat juga berpotensi terjadi di sejumlah wilayah lain yang telah ditandai dengan peringatan warna kuning dalam peta kewaspadaan dini BMKG.

Untuk prakiraan cuaca di tingkat kota-kota besar, BMKG memprediksi hujan yang disertai petir berpotensi melanda Bandar Lampung dan Banjarmasin. Hujan dengan intensitas sedang diprakirakan turun di Bengkulu, Jakarta, Bandung, Semarang, dan Tanjung Selor.

Baca Juga: BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Kalimantan Barat 4 Maret: Waspada Hujan dan Potensi Karhutla

Hujan berintensitas ringan diprakirakan terjadi di Medan, Padang, Pangkal Pinang, Palembang, Serang, Yogyakarta, Surabaya, Pontianak, Samarinda, dan Palangka Raya. Kondisi berawan tebal diprakirakan akan menyelimuti Banda Aceh, Tanjung Pinang, Pekanbaru, dan Jambi.

Sementara itu untuk wilayah Indonesia bagian timur, BMKG memprakirakan hujan disertai petir akan terjadi di Merauke.

Hujan berintensitas sedang berpotensi mengguyur wilayah Kupang, Mamuju, dan Makassar. Adapun hujan ringan diprediksi melanda Denpasar, Mataram, Kendari, Palu, Gorontalo, Manado, Ambon, Ternate, Sorong, Manokwari, Nabire, Jayapura, serta Jayawijaya.

(*Red)