“Kami mengimbau seluruh kelompok meriam karbit dan masyarakat yang terlibat untuk tetap memperhatikan aspek keselamatan, menjaga ketertiban, serta mematuhi aturan yang telah disepakati bersama sehingga tradisi ini dapat berlangsung meriah namun tetap aman,” tuturnya.
Baca Juga: Edi Kamtono Ajak ASN Pontianak Rutin Bayar Zakat
Ketua Forum Komunikasi Seni dan Budaya Tradisi Meriam Karbit Kota Pontianak, Fajriudin Anshari menerangkan, dari 37 titik yang terlibat, sebanyak 20 kelompok berada di wilayah Pontianak Timur, sementara 17 kelompok lainnya tersebar di wilayah Pontianak Selatan dan Pontianak Tenggara.
Persiapan seremoni pembukaan yang berlokasi di Gang Darsyad, Jalan Imam Bonjol saat ini telah mencapai sekitar 80 persen.
Fajriudin menyebut sekitar 75 persen kelompok sudah menempatkan meriam di panggar masing-masing.
“Sekitar 10 hari menjelang Lebaran ini sebagian besar meriam sudah ditempatkan di panggar. Biasanya pada H-3 sudah mulai dilakukan uji bunyi sebagai tahap pengecekan,” paparnya.
Dari total meriam yang tersedia, sebanyak 108 unit merupakan meriam balok dari kayu gelondongan, sedangkan 129 unit lainnya merupakan meriam non-balok dari bahan paralon maupun besi.
Fajriudin berharap seluruh pihak dapat menjaga ketertiban dan menargetkan Festival Meriam Karbit dapat kembali digelar secara penuh pada tahun 2027.
(FR)
















