“Kita harus bisa lebih cepat dan mudah dibanding rentenir. Bunganya sudah rendah, tinggal percepat pelayanannya,” ujar Maruarar menegaskan kemudahan akses pembiayaan bagi masyarakat.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar, Harisson, menyatakan bahwa pemerintah daerah siap mendukung penuh percepatan program rumah subsidi dan BSPS, termasuk dalam penyediaan data dan percepatan perizinan.
Baca Juga: Menteri PKP Pangkas Bunga KUR Perumahan di Singkawang Jadi 6 Persen
Ia mengakui bahwa tanpa dukungan pusat, kemampuan APBD provinsi hanya mampu menangani sekitar 106 unit rumah.
“Pemprov Kalbar berkomitmen memastikan program ini tepat sasaran dan benar-benar dirasakan masyarakat,” jelas Harisson.
Dengan tambahan kuota rumah subsidi hingga 22.000 unit dan peningkatan program BSPS menjadi 13.800 unit, Kalbar kini menjadi salah satu daerah dengan lonjakan bantuan perumahan yang paling signifikan pada tahun ini.
“Program ini diharapkan tak hanya memperluas akses hunian layak, tetapi juga memperkuat daya beli dan menggerakkan ekonomi rakyat di daerah,” tutup Harisson.
(*Red)
















