Kepala Tim Robotika OpenAI Mundur Imbas Kesepakatan Kontroversial dengan Pentagon

Ilustrasi: Tampilan logo ChatGPT milik OpenAI. Pengadilan Jerman memutuskan ChatGPT melanggar hak cipta karena menggunakan lirik lagu musisi tanpa izin untuk melatih AI.
Ilustrasi: Tampilan logo ChatGPT milik OpenAI. Pengadilan Jerman memutuskan ChatGPT melanggar hak cipta karena menggunakan lirik lagu musisi tanpa izin untuk melatih AI. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, INTERNASIONAL – Kepala Tim Robotika OpenAI, Caitlin Kalinowski, resmi mengumumkan pengunduran dirinya pada Sabtu (7/3/2026).

Langkah ini diambil menyusul kesepakatan kontroversial antara OpenAI dengan Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) yang dinilai terburu-buru dan minim batasan yang jelas terkait penggunaan kecerdasan buatan untuk militer.

Baca Juga: Mulai Sekarang, Langganan ChatGPT Kena Pajak 11 Persen

Kalinowski, yang sebelumnya memimpin tim pengembangan kacamata realitas tertambah di Meta sebelum bergabung dengan OpenAI pada November 2024, menegaskan bahwa keputusannya murni didasarkan pada prinsip pribadi.

Ia membantah pengunduran dirinya dilatarbelakangi oleh konflik dengan individu tertentu di dalam perusahaan.

“AI memiliki peran penting dalam keamanan nasional. Tetapi pengawasan terhadap warga Amerika tanpa pengawasan yudisial dan otonomi mematikan tanpa otorisasi manusia adalah batasan yang seharusnya lebih dipertimbangkan daripada yang didapatkan,” katanya.

Melalui unggahan lanjutan di platform X, Kalinowski juga mengkritik proses pengambilan keputusan di internal perusahaan.