“Kita sangat mengapresiasi perluasan Bandara Ketapang ini. Saat ini sudah ada sekitar tujuh penerbangan yang melayani rute dari dan ke Ketapang. Ke depan juga direncanakan akan dibuka rute penerbangan baru, termasuk rute menuju Pangkalan Bun,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Krisantus menjelaskan bahwa penambahan rute penerbangan baru ke Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, akan menjadi solusi efektif untuk mengurai kepadatan arus penumpang.
Selama ini, sebagian besar konektivitas udara di Kalimantan Barat masih bertumpu pada Bandara Internasional Supadio di Pontianak.
“Kalau nanti rute ke Pangkalan Bun dibuka, ini akan sangat membantu. Kepadatan penerbangan yang selama ini bertumpu di Pontianak bisa lebih terurai. Dengan semakin banyaknya penerbangan, tentu ini akan memperpendek waktu tempuh dan mempermudah masyarakat dalam bepergian,” jelas Krisantus.
Selain efisiensi waktu, penambahan fasilitas di Bandara Rahadi Oesman Ketapang dan pembukaan rute baru akan memberikan fleksibilitas pilihan bagi calon penumpang.
Baca Juga: Bupati Ketapang Buka TMMD Reguler ke-127 di Sungai Laur untuk Percepatan Pembangunan
Masyarakat tidak lagi terpaku pada satu jalur akses saja jika terjadi lonjakan permintaan tiket.
“Masyarakat nantinya memiliki alternatif perjalanan. Misalnya jika penerbangan ke Pontianak penuh, mereka bisa melalui Pangkalan Bun. Jadi pilihan transportasinya semakin banyak dan lebih fleksibel,” pungkasnya.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berkomitmen untuk terus mengawal proyek strategis ini hingga tuntas.
Dengan terminal yang lebih modern dan luas, Bandara Rahadi Oesman diharapkan mampu melayani peningkatan volume penumpang serta memperkuat posisi Kabupaten Ketapang sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Barat.
(*Red)
















