Lifestyle  

Awas Sinyal Bahaya! Alasan Psikologis Mengapa Kita Mudah Ilfeel pada Orang Sok Akrab

"Mengapa kita merasa risi dan ilfeel saat bertemu orang sok akrab? Simak penjelasan psikologis mengenai personal space dan mekanisme pertahanan diri manusia. "
Mengapa kita merasa risi dan ilfeel saat bertemu orang sok akrab? Simak penjelasan psikologis mengenai personal space dan mekanisme pertahanan diri manusia. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Pernahkah Anda bertemu seseorang yang baru dikenal, namun ia sudah berani bertanya masalah pribadi atau menyentuh bahu Anda seolah sahabat lama? Bukannya merasa senang karena disambut ramah, Anda justru merasa risi dan ingin segera menjauh.

Dalam bahasa gaul, kondisi ini disebut ilfeel (hilang perasaan).

Secara psikologis, rasa tidak nyaman ini bukanlah sikap sombong, melainkan mekanisme pertahanan diri yang sangat alami.

Berikut adalah penjelasan mengapa otak kita bereaksi negatif terhadap perilaku sok akrab.

Baca Juga: Gelar Bakti Sosial dan Buka Puasa Bersama, Kejati Kalbar Pererat Silaturahmi di Bulan Ramadhan

1. Pelanggaran Personal Space dan Batas Sosial

Setiap manusia memiliki apa yang disebut dengan personal space atau ruang personal.

Ini adalah area imajiner di sekitar tubuh yang jika dimasuki oleh orang asing tanpa izin, akan memicu alarm bahaya di otak.

Secara insting, ketika seseorang yang belum dikenal mencoba masuk ke zona intim kita baik secara fisik maupun melalui obrolan yang terlalu dalam otak mendeteksinya sebagai ancaman.

Perilaku sok akrab dianggap sebagai bentuk agresi halus yang melanggar batasan (boundaries) sosial yang berlaku.

Akibatnya, muncul rasa ilfeel sebagai bentuk proteksi agar kita tetap merasa aman.