Baca Juga: Puluhan Rumah dan Fasilitas Pendidikan Rusak Diterjang Angin Kencang di Lampung Selatan
Direktorat Koordinator dan Pengendalian Operasi (Dit. Koordalops) BNPB mencatat bahwa dampak destruktif dari anomali cuaca ekstrem saat ini menduduki peringkat teratas dalam intensitas kejadian bencana di sejumlah daerah di Indonesia.
Ancaman ini diprediksi belum akan mereda dalam waktu dekat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem untuk rentang waktu 5 hingga 7 Maret 2026.
Mayoritas wilayah Nusantara, terkhusus kawasan daratan Pulau Jawa, masih berada di bawah ancaman hujan dengan intensitas menengah hingga sangat lebat yang diiringi oleh pusaran angin kencang.
Menyikapi eskalasi risiko tersebut, BNPB secara masif mengimbau masyarakat dan otoritas pemerintah daerah untuk bersinergi melakukan langkah mitigasi struktural.
Tindakan pencegahan sederhana di tingkat komunitas, seperti kegiatan membersihkan saluran drainase air, memeriksa stabilitas kondisi tanggul sungai, serta memangkas dahan pepohonan yang rimbun di tepi jalan, dinilai sangat krusial guna meminimalkan fatalitas risiko pohon tumbang saat angin badai melanda.
(*Red)
















