Faktakalbar.id, PASURUAN – Bencana alam berupa banjir di Pasuruan yang melanda kawasan permukiman di Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur, dilaporkan mulai berangsur surut.
Bencana hidrometeorologi basah ini sebelumnya dipicu oleh hujan dengan intensitas lebat yang mengguyur wilayah tersebut secara merata sejak hari Senin (2/3/2026).
Baca Juga: Banjir di Pasuruan Rendam 16 Desa dan Berdampak pada 3.077 KK
Berdasarkan data kaji cepat di lapangan, insiden genangan air ini berdampak secara langsung pada kelancaran aktivitas warga.
Tercatat sebanyak 967 unit rumah warga yang tersebar di sembilan kecamatan berbeda sempat terendam oleh luapan air.
Merespons situasi darurat tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan langsung bergerak cepat ke titik-titik lokasi terdampak.
Petugas BPBD mengerahkan sejumlah unit pompa air berkapasitas besar untuk mempercepat penyusutan genangan.
Selain itu, petugas juga menyiagakan armada perahu karet yang dikhususkan untuk menunjang mobilisasi warga, proses evakuasi kelompok rentan, serta memperlancar jalur distribusi bantuan logistik kepada masyarakat yang terisolasi genangan.
Memasuki hari Rabu (4/3/2026), hasil pemantauan lapangan mengonfirmasi bahwa tinggi muka air banjir di Pasuruan telah surut drastis dan hanya menyisakan genangan di kisaran 10 sentimeter.
Peristiwa di Jawa Timur ini menjadi bagian dari catatan nasional Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Dalam laporan perkembangan situasi bencana yang dihimpun oleh Direktorat Koordinator dan Pengendalian Operasi (Dit. Koordalops) hingga pekan pertama bulan Maret 2026, bencana hidrometeorologi basah seperti banjir dan imbas cuaca ekstrem mendominasi grafik kebencanaan di Tanah Air.
Mengingat tingginya ancaman alam, BNPB terus merilis imbauan kewaspadaan kepada seluruh lapisan masyarakat.
Hal ini merujuk pada prakiraan potensi cuaca ekstrem yang secara resmi dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk periode 5 hingga 7 Maret 2026.
















