Konflik Panen PT BAL: Camat Marau Tekankan Musyawarah dan Kemandirian Ekonomi

Foto bersama Camat Marau, aparat keamanan, tokoh masyarakat, dan manajemen PT BAL usai rapat tindak lanjut konflik panen. (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Foto bersama Camat Marau, aparat keamanan, tokoh masyarakat, dan manajemen PT BAL usai rapat tindak lanjut konflik panen. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, KETAPANG – Camat Marau menghadiri rapat tindak lanjut persoalan panen di area Beturus Estate milik PT BAL (Minamas Group) guna mencari solusi atas konflik lahan antara masyarakat dan perusahaan di Desa Pelanjau Jaya, Selasa (03/03/2026).

Baca Juga: Simpan 30 Paket Sabu, Kakek 67 Tahun di Marau Ketapang Diringkus Polisi

Pertemuan dinamis ini dihadiri unsur pemerintah desa, tokoh masyarakat, aparat keamanan, serta manajemen perusahaan.

Kepala Desa Pelanjau Jaya menegaskan agar aktivitas pemanenan liar di kebun perusahaan segera dihentikan dan meminta aparat membubarkan pos-pos yang dianggap mengganggu ketertiban desa.

Dalam forum tersebut, tokoh masyarakat menyampaikan tiga usulan utama, termasuk mendesak tindakan terhadap aktivitas panen oleh ormas luar dalam waktu tiga hari serta mempertanyakan kontribusi perusahaan terkait penyerapan buah sawit petani lokal.

Menanggapi hal itu, Manajer Humas Minamas, Sutarjo menjelaskan bahwa operasional perusahaan telah sesuai regulasi, termasuk pengadaan skema plasma sebagai bentuk akomodasi aspirasi warga.

Terkait penyerapan buah, ia mengklarifikasi bahwa sebelumnya sudah ada kerja sama dengan koperasi lokal, namun berakhir karena pihak koperasi memilih menjual ke perusahaan lain.

“Sebenarnya ada dua koperasi yang sudah MoU dengan kami, tetapi mereka mundur dengan sendirinya karena di perusahaan lain harga beli lebih tinggi,” jelas Sutarjo.

Baca Juga: Pasien Terdampak Sakit Massal di Puskesmas Marau Tersisa 6 Orang

Camat Marau menutup arahan dengan mengajak seluruh pihak menahan diri dan menjaga kondusivitas.

Ia juga mendorong masyarakat untuk tidak hanya bergantung pada sektor lapangan kerja perusahaan, tetapi juga aktif mengembangkan potensi ekonomi lain.