Penularan biasanya terjadi sejak empat hari sebelum munculnya ruam hingga empat hari setelah ruam muncul di kulit.
Gejala campak yang perlu dikenali
Menurut World Health Organization (WHO), gejala campak biasanya muncul sekitar 10-14 hari setelah seseorang terpapar virus. Tanda awal penyakit ini umumnya berlangsung selama beberapa hari.
Beberapa gejala awal yang sering muncul antara lain demam tinggi, batuk, pilek, mata merah dan berair, serta muncul bintik putih kecil di dalam mulut.
Beberapa hari kemudian akan muncul ruam kemerahan di kulit. Ruam biasanya dimulai dari wajah atau belakang telinga, lalu menyebar ke seluruh tubuh dalam beberapa hari.
Ruam campak ini biasanya berbentuk makulopapular kemerahan dan dapat berlangsung selama tiga hingga tujuh hari sebelum akhirnya memudar.
Komplikasi yang bisa terjadi
Pada sebagian kasus, campak dapat menimbulkan komplikasi serius. Kondisi ini lebih berisiko terjadi pada anak di bawah lima tahun, orang dengan daya tahan tubuh lemah, atau individu yang mengalami kekurangan gizi.
Komplikasi campak dapat berupa infeksi telinga, diare berat, pneumonia, hingga radang otak (ensefalitis).
Pada kasus yang berat, penyakit ini bahkan dapat menyebabkan kematian. Campak pada ibu hamil juga berisiko menyebabkan komplikasi seperti kelahiran prematur atau berat badan lahir yang rendah pada bayi.
Hingga kini, para ahli menekankan bahwa vaksinasi merupakan cara paling efektif untuk mencegah penularan campak. Vaksin campak biasanya diberikan dalam bentuk vaksin kombinasi campak-gondong-rubella (measles, mumps, rubella/MMR).
WHO menyebut vaksin ini aman dan efektif untuk membantu tubuh membentuk kekebalan terhadap virus. Karena tingkat penularannya yang sangat tinggi, menjaga cakupan imunisasi tetap tinggi menjadi langkah penting untuk mencegah wabah campak di masyarakat.
Baca Juga: Waspada Lonjakan Kasus Campak di Pontianak, Kenali Gejala dan Cara Pencegahannya
(Mira)











