Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Kasus campak di Indonesia masih terus menjadi perhatian.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebut Indonesia saat ini menjadi negara dengan jumlah kasus campak yang cukup tinggi di dunia.
Kasus campak pada 2025 yang terkonfirmasi mencapai lebih dari 11 ribu, sementara kasus suspek dilaporkan mencapai lebih dari 60 ribu.
Lalu, sebenarnya seberapa mudah virus campak ini menular?
Baca Juga:Â Waspada! Kasus Suspek Campak di Indonesia Melonjak Tiga Kali Lipat pada Awal 2026
Dilansir dari Jurnal Medika Utama oleh Fakultas Kedokteran Universitas Lampung, campak adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus yang menyerang saluran pernapasan menyebar ke seluruh tubuh.
Campak menyebar dengan sangat mudah ketika seseorang yang terinfeksi batuk, bersin, atau bahkan bernapas di dekat orang lain. Partikel virus dapat terbawa melalui udara dan masuk ke tubuh orang lain melalui hidung, mulut, atau mata.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menjelaskan virus campak hidup di lendir hidung dan tenggorokan orang yang terinfeksi.
Virus tersebut dapat menyebar melalui percikan droplet saat penderita batuk atau bersin.
Virus campak bahkan dapat bertahan di udara atau menempel pada permukaan benda hingga dua jam.
Maka dari itu, seseorang bisa tertular hanya dengan menghirup udara yang terkontaminasi virus atau menyentuh permukaan yang terpapar, lalu menyentuh wajah.
Risiko penularan campak sangat tinggi
Penularan campak tergolong sangat cepat, sekitar 90 persen orang yang tidak memiliki kekebalan, baik karena belum divaksin atau belum pernah terinfeksi sebelumnya dapat tertular jika berada dekat dengan penderita campak.
Seseorang yang terinfeksi juga dapat menularkan virus bahkan sebelum mengetahui dirinya sakit.











