Faktakalbar.id, WASHINGTON – Kantor Intelijen dan Analisis Kementerian Keamanan Dalam Negeri (DHS) Amerika Serikat memprediksi Iran dan proksinya kemungkinan akan menimbulkan ancaman serangan yang menargetkan wilayah AS, Senin (02/03/2026).
Baca Juga: Iran Jatuhkan Sanksi kepada 61 Warga Amerika Serikat
Prediksi ini muncul menyusul serangan bersama yang diluncurkan AS dan Israel ke Iran pada Sabtu (28/02).
Laporan penilaian ancaman tertanggal 28 Februari tersebut mencatat bahwa meski serangan fisik berskala besar tidak mungkin terjadi, Iran hampir pasti akan meningkatkan tindakan pembalasan jika laporan kematian pemimpin tertinggi mereka terkonfirmasi.
“Meskipun serangan fisik berskala besar tidak mungkin terjadi, Iran dan proksinya kemungkinan besar menimbulkan ancaman serangan terarah yang terus-menerus di Tanah Air,” demikian bunyi laporan DHS tersebut.
Situasi memanas setelah Washington dan Tel Aviv mengonfirmasi meninggalnya Ayatollah Ali Khamenei pada hari yang sama dengan serangan tersebut.
Sebagai respons awal, pasukan Garda Revolusi dilaporkan telah meluncurkan serangan balasan besar-besaran ke Israel dan aset militer AS di Timur Tengah.
Baca Juga: Sebut Terinspirasi Rencana Israel, Menlu AS Ungkap Alasan Serang Iran Lebih Dulu
Selain ancaman fisik, DHS mengkhawatirkan adanya serangan siber tingkat rendah dari aktivis peretas yang bersekutu dengan Iran, seperti perusakan situs web dan serangan Distributed Denial of Service (DDoS) terhadap jaringan AS.
Menteri Keamanan Dalam Negeri, Kristi Noem, menyatakan pihaknya terus memantau situasi secara seksama.
















