Pemprov Kalbar Kucurkan Rp100 Juta Dukung Pelestarian Budaya Festival Sahur-Sahur Mempawah

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan didampingi Bupati Mempawah Erlina memberikan dukungan penuh pada pelaksanaan ajang pelestarian budaya Festival Sahur-Sahur ke-23.
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan didampingi Bupati Mempawah Erlina memberikan dukungan penuh pada pelaksanaan ajang pelestarian budaya Festival Sahur-Sahur ke-23. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, MEMPAWAH – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat memberikan dukungan penuh terhadap pelestarian pariwisata daerah berbasis kearifan lokal melalui penyelenggaraan Festival Sahur-Sahur Mempawah ke-23 tahun 2026.

Ajang kebudayaan tahunan yang menyedot perhatian masyarakat luas ini secara resmi digelar di Kabupaten Mempawah pada Senin (2/3/2026).

Baca Juga: Dukung Wisata Religi, Kodaeral XII Perkuat Sinergi di Festival Sahur-Sahur Mempawah 2026

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, yang hadir langsung meninjau kegiatan tersebut, menegaskan bahwa tradisi ini telah berkembang menjadi sebuah aset penting bagi daerah.

Menurutnya, acara ini bukan sekadar rutinitas warga dalam membangunkan masyarakat untuk makan sahur di bulan suci Ramadan, melainkan sebuah warisan budaya yang memiliki nilai strategis dalam mendorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.

“Festival Sahur-Sahur adalah identitas budaya yang harus kita jaga bersama. Ini bukan hanya kebanggaan Mempawah, tetapi juga kebanggaan Kalimantan Barat,” Kata Gubernur Kalbar Ria Norsan di Mempawah, Senin.

Sebagai bentuk komitmen dan dukungan konkret dari pemerintah provinsi, Pemprov Kalbar secara resmi mengalokasikan dana hibah sebesar Rp50 juta untuk menyukseskan pelaksanaan Festival Sahur-Sahur Mempawah pada tahun ini.

Tidak hanya mengandalkan kas daerah, Gubernur Ria Norsan turut memberikan tambahan dana dukungan secara pribadi sebesar Rp50 juta. Dengan tambahan tersebut, total bantuan pembiayaan yang diserahkan mencapai angka Rp100 juta.

Lebih lanjut, Norsan juga mendorong adanya peningkatan dukungan alokasi anggaran pada penyelenggaraan tahun-tahun mendatang.

Ia secara langsung meminta pihak panitia penyelenggara untuk menyiapkan proposal kegiatan terencana agar nilai bantuan pada tahun 2027 dapat ditingkatkan hingga menyentuh angka Rp200 juta.

Peningkatan nilai dukungan ini dinilai sejalan dengan semakin membesarnya skala dan dampak dari event tersebut.

Saat ini, eksistensi festival ini telah diakui secara luas di tingkat nasional. Ajang budaya ini telah berhasil masuk ke dalam jajaran Karisma Event Nusantara (KEN) serta tercantum secara resmi dalam Calendar of Event Kalimantan Barat 2026.

Tidak hanya itu, tradisi khas Mempawah ini juga telah dikukuhkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh Kementerian Kebudayaan.