Pengawasan SPBU Pontianak Diperketat Jelang Hari Raya, Pemkot Siapkan Sanksi Tegas Jika Ada Manipulasi Takaran BBM

Tim Gabungan melakukan tera atau uji takar terhadap SPBU untuk memastikan takaran BBM sesuai standar.
Tim Gabungan melakukan tera atau uji takar terhadap SPBU untuk memastikan takaran BBM sesuai standar. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Baca Juga: Antisipasi Kelangkaan Jelang Imlek, Pertamina Tambah Kuota LPG 3 Kg di Singkawang 47 Persen

Selain pengawasan fisik, sistem digitalisasi modern juga telah diterapkan secara menyeluruh untuk memantau pergerakan stok BBM secara real time.

“Di setiap SPBU ada ruang monitoring. Stok BBM dipantau secara online dan terdigitalisasi. Jika ada stok yang mulai menipis, sistem langsung memberikan notifikasi dan segera dilakukan pengiriman dari depot,” jelasnya.

Untuk memastikan kelancaran rantai distribusi energi menjelang dan setelah perayaan Idul Fitri, pihak Pertamina Patra Niaga telah mengaktifkan Satuan Tugas (Satgas) khusus yang beroperasi sejak 27 Februari 2026 hingga H+7 Lebaran.

Satgas terpadu ini memikul tugas vital untuk memastikan ketersediaan pasokan BBM di seluruh jaringan SPBU Kota Pontianak tetap dalam status aman.

“Kami mengimbau masyarakat tidak perlu panik. Insya Allah stok BBM di seluruh SPBU Kota Pontianak akan selalu terjaga dan tersedia,” tegas Irsan memungkasi penjelasannya.

Melalui langkah pengawasan terpadu dari pemerintah serta penerapan sistem monitoring digital dari Pertamina, diharapkan seluruh lapisan masyarakat dapat merasa aman dan nyaman saat melakukan pengisian BBM menjelang hari raya.

(*Red)