Faktakalbar.id, NASIONAL –  Indonesia diproyeksikan segera menghentikan impor Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar menyusul beroperasinya proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan.
Peningkatan kapasitas kilang ini membuat produksi solar nasional melampaui angka konsumsi domestik.
Berdasarkan data kementerian terkait, kebutuhan Solar murni (B0) nasional saat ini berada di angka 23,9 juta kilo liter (kl) per tahun.
Sementara itu, dengan tambahan produksi dari Kilang Balikpapan sebesar 100 ribu barel per hari, total produksi solar dalam negeri kini menyentuh 26,5 juta kl per tahun.
Artinya, secara hitungan teknis, Indonesia sudah memiliki surplus stok sekitar 2,6 juta kl per tahun. Kondisi ini membuat pemerintah berani menargetkan stop impor solar CN 48 segera, dan solar CN 51 pada semester kedua 2026.
Meski kondisi suplai sedang surplus, kebijakan mandatori biodiesel 50% (B50) tidak dibatalkan.













