MUI Kutuk Serangan AS-Israel ke Iran dan Sampaikan Duka Atas Wafatnya Ayatollah Ali Khamenei

Presiden Prabowo Subianto dan Donald Trump menunjukkan dokumen kerja sama diplomatik di depan bendera Indonesia dan Amerika Serikat. (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Presiden Prabowo Subianto dan Donald Trump menunjukkan dokumen kerja sama diplomatik di depan bendera Indonesia dan Amerika Serikat. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

“MUI mengutuk serangan Israel yang didukung Amerika Serikat, karena bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan UUD 1945, yaitu ‘ikut melaksanakan ketertiban dunia, yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial,” tulis MUI dalam pernyataan resminya.

Lembaga tersebut memandang aksi saling balas antara kedua kubu sebagai eskalasi serius yang berpotensi memicu konflik lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Untuk mencegah situasi yang semakin memburuk, MUI mendesak penghentian serangan karena dinilai bertentangan dengan Pasal 2 Deklarasi PBB.

MUI juga mensinyalir serangan tersebut sebagai upaya sistematis untuk melemahkan posisi politik Iran di Timur Tengah, sekaligus membatasi dukungan negara itu terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina.

Seluruh negara di dunia diajak untuk berperan sebagai juru damai guna menghentikan dominasi militer Israel.

Selain itu, MUI menyoroti peran AS melalui Board of Peace (BoP) dalam konflik ini.

Pihak MUI mempertanyakan efektivitas badan tersebut dalam mewujudkan perdamaian yang adil bagi Palestina atau justru hanya memperkuat arsitektur keamanan yang timpang.

Baca Juga: Iran Pertimbangkan Mundur dari Piala Dunia 2026 di AS

Sebagai langkah tegas diplomatik, MUI mendesak Pemerintah Indonesia untuk segera mencabut keanggotaan dari BoP.

Hal ini didasari pandangan bahwa badan tersebut tidak efektif dalam mewujudkan perdamaian sejati dan kemerdekaan bagi bangsa Palestina.

(FR)