Ketika kita dibantu karena rasa kasihan, tercipta sebuah ketimpangan.
Kita merasa kehilangan kontrol atau power atas situasi diri sendiri, yang membuat kita merasa “kecil” di hadapan si pemberi bantuan.
3. Ketakutan akan Label Lemah
Ego manusia sangat peduli dengan citra sosial atau social image.
Pandangan kasihan dari orang lain sering kali diterjemahkan oleh otak kita sebagai label “lemah” atau “gagal”.
Kita khawatir bahwa bantuan tersebut akan menjadi identitas baru yang melekat, sehingga orang lain tidak lagi melihat potensi kita, melainkan hanya kekurangan kita.
4. Beban Psikologis Utang Budi
Menerima bantuan yang didasari rasa kasihan sering kali menciptakan beban emosional berupa utang budi.
Ada perasaan bahwa kita harus membalas kebaikan tersebut suatu saat nanti, padahal saat itu kita sedang dalam kondisi sulit.
Rasa indebtedness ini bisa melukai harga diri karena kita merasa tidak lagi bebas dan berdaulat atas diri sendiri.
Baca Juga: Harga Cabai Meroket, Pemerintah Ajak Warga Tanam Sendiri di Rumah
(Mira)
















