“Menyikapi kekhawatiran masyarakat terhadap kelangkaan barang, pemerintah mengimbau warga agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan (panic buying),” pinta Norsan.
Selain membahas jaminan ketersediaan sembako pokok, Gubernur Kalbar juga secara khusus menyoroti isu ketersediaan pasokan gas elpiji yang kerap menjadi persoalan dan keluhan tahunan setiap menjelang perayaan hari besar keagamaan.
Menindaklanjuti hal tersebut, pemerintah provinsi memastikan telah melakukan proses koordinasi secara intensif dengan pihak Pertamina.
“Kami sudah minta kepada Pertamina untuk jangan membuat sulit masyarakat. Saya tidak mau dengar ada keluhan masyarakat terkait kenaikan harga gas atau sembako di hari besar keagamaan,” tegasnya.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berkomitmen menjadikan pengawasan jalur distribusi bahan pokok sebagai agenda prioritas. Sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan akan terus diperkuat agar permasalahan klasik seperti lonjakan harga komoditas tahunan dan penimbunan barang tidak kembali berulang di Kalimantan Barat.
(*Red)
















