“Kehadiran saya di sini bukan sekadar kunjungan formal. Saya ingin merasakan langsung denyut kehidupan warga. Penyambutan dengan adat dan pencak silat di Masjid Al-Hidayah ini adalah bukti kekayaan budaya dan kerukunan kita yang luar biasa,” ungkap Alexander Wilyo.
Baca Juga: Pererat Sinergitas, Polres Ketapang Bersama Insan Pers Bagikan Ratusan Takjil Gratis
Keesokan harinya, bupati bersama tim PLN dan masyarakat bergotong royong mengangkat dan menancapkan tiang besi pertama.
Momentum ini menandai berakhirnya masa-masa tanpa akses listrik bagi warga di ujung Kabupaten Ketapang tersebut.
Sebagai puncak kunjungan, dilakukan penandatanganan prasasti di atas papan kayu ikonik sebagai simbol komitmen pembangunan yang terpahat kuat di jantung dusun.
Selain itu, bupati juga menyerahkan santunan kepada anak yatim dan warga kurang mampu.
Kunjungan ini selaras dengan visi pembangunan berkeadilan untuk Kabupaten Ketapang maju dan mandiri.
Pemerintah memastikan seluruh warga, termasuk di wilayah terpencil, dapat merasakan manfaat nyata dari pembangunan daerah secara merata.
(FR)
















