“Presiden memerintahkan tindakan berani, dan prajurit Angkatan Darat, Pelaut, Penerbang, Marinir, Penjaga, serta Penjaga Pantai kami yang pemberani menjawab panggilan tersebut,” ujar Laksamana Brad Cooper, komandan CENTCOM.
Setelah gelombang pertama serangan koalisi, pasukan CENTCOM dilaporkan berhasil mempertahankan diri dari ratusan serangan rudal dan drone balasan yang diluncurkan pihak Iran.
Hingga saat ini, tidak ada laporan mengenai korban jiwa atau cedera terkait pertempuran di pihak AS, sementara kerusakan pada instalasi AS dinyatakan minimal dan tidak berdampak pada kelangsungan operasi.
Baca Juga: KBRI Keluarkan Imbauan Darurat untuk WNI di Iran
Jam-jam pertama operasi ini melibatkan penggunaan amunisi presisi yang diluncurkan dari udara, darat, dan laut.
Selain itu, Gugus Tugas Scorpion Strike (Task Force Scorpion Strike) milik CENTCOM turut mengerahkan drone serang sekali pakai berbiaya rendah untuk pertama kalinya dalam pertempuran nyata.
Operasi ini menandai konsentrasi kekuatan militer Amerika Serikat terbesar di kawasan tersebut dalam kurun waktu satu generasi terakhir guna memastikan stabilitas dan menetralisir ancaman dari rezim Iran
(FR)
















