Panduan Menyimpan Menu Takjil Agar Tetap Awet untuk Sahur

Ilustrasi - Terapkan cara menyimpan menu takjil yang benar agar makanan tetap awet. Panduan ini menjaga kualitas makanan sisa berbuka puasa untuk waktu sahur. (Dok. Ist)
Ilustrasi - Terapkan cara menyimpan menu takjil yang benar agar makanan tetap awet. Panduan ini menjaga kualitas makanan sisa berbuka puasa untuk waktu sahur. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Banyak keluarga menyisakan takjil setelah waktu berbuka puasa selesai. Masyarakat perlu mengetahui cara menyimpan makanan tersebut agar tetap layak konsumsi untuk waktu sahur atau keesokan harinya. Penyimpanan yang tepat menjaga kualitas rasa dan mencegah bakteri merusak makanan.

Orang yang menyimpan makanan wajib memisahkan hidangan basah dan kering. Tindakan mencampur kedua jenis makanan ini mempercepat proses pembusukan dan merusak tekstur asli makanan.

Baca Juga: Jelang Berbuka, Pengendara di Bundaran Digulis Pontianak Terima Paket Takjil

Penggunaan Wadah Kedap Udara

Pemilik makanan harus memasukkan sisa hidangan ke dalam wadah kedap udara. Tutup yang rapat mencegah bakteri masuk dan menjaga makanan dari aroma menyengat bahan lain di dalam lemari es.

Pemisahan Kuah Santan dan Isian

Pembuat makanan wajib memisahkan kuah santan dari bahan isian seperti pisang, kolang-kaling, atau ubi. Tindakan menyimpan santan dan isian secara bersamaan dalam satu wadah membuat kuah santan lebih cepat basi dan berlendir.