Faktakalbar.id, WASHINGTON – Amerika Serikat secara signifikan meningkatkan kehadiran militernya di Timur Tengah dengan mengerahkan dua gugus tugas kapal induk, USS Abraham Lincoln dan USS Gerald R. Ford, di tengah meningkatnya ketegangan negosiasi nuklir dengan Iran, Senin (23/2/2026).
Baca Juga: Whistleblower John Kiriakou Sebut Donald Trump Putuskan Serang Iran Pekan Ini
Pengerahan kekuatan militer dalam skala besar ini dilakukan menjelang putaran negosiasi berikutnya.
Selain dua kapal induk tersebut, AS juga mengerahkan tambahan pesawat tanker dan pengintai melalui pangkalan-pangkalan militer di Eropa untuk mendukung operasi di kawasan tersebut.
Kapal induk bertenaga nuklir USS Gerald R. Ford saat ini dilaporkan telah berada di Laut Mediterania sebagai persiapan menghadapi potensi aksi militer terhadap Iran.
Kapal yang diresmikan pada tahun 2017 ini memiliki kemampuan tempur yang luar biasa, mampu mengoperasikan hingga 75 jet tempur dan helikopter secara bersamaan serta dapat bertahan di laut selama bertahun-tahun tanpa pengisian bahan bakar.
Baca Juga: MA Amerika Batalkan Tarif Trump, Indonesia yang Sudah Teken Bagaimana?
Langkah militer strategis ini diambil menyusul ultimatum 10 hari yang diberikan oleh Presiden Donald Trump kepada Teheran terkait program nuklirnya. Para analis memperingatkan bahwa situasi telah mencapai tahap kritis atau “jam nol”.
Aksi militer diprediksi dapat terjadi paling cepat besok jika Teheran secara resmi menolak usulan kesepakatan yang diajukan oleh Washington.
Peningkatan kehadiran militer ini dipandang sebagai bentuk tekanan maksimal guna memastikan keamanan di kawasan Timur Tengah selama proses negosiasi berlangsung.
(FR)
















