“Penguasaan Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional memiliki peran penting dalam membuka akses terhadap ilmu pengetahuan global dan memperluas wawasan peserta didik. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas guru melalui program mentoring berbasis analisis kebutuhan dinilai sebagai langkah strategis dalam mendukung kualitas pembelajaran di sekolah,” jelasnya.
Penutupan acara tersebut turut dihadiri oleh jajaran pimpinan perangkat daerah, guru-guru terpilih yang menjadi peserta, serta para mentor ahli.
Mentor yang terlibat berasal dari sejumlah perguruan tinggi nasional, yakni Universitas Kristen Indonesia Jakarta, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Universitas Atma Jaya Jakarta, dan Universitas Kristen Duta Wacana Salatiga.
Baca Juga: Gelar Pelatihan di Pontianak, BEM se-Kalimantan Dorong Mahasiswa Tidak Apatis Politik
Kelancaran acara ini juga tidak lepas dari dukungan fasilitas Badan Pendapatan Daerah dan Dinas Pendidikan Kabupaten Sanggau.
Terkait kelanjutan program ini di masa depan, Wakil Bupati menegaskan komitmen pemerintah daerah.
“Pemerintah Kabupaten Sanggau berkomitmen untuk terus mendukung keberlanjutan program pengembangan profesional guru melalui kerja sama yang berkelanjutan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Harapan kami, kolaborasi ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Sanggau,” tutupnya.
Melalui hasil mentoring dari pelatihan ini, para peserta diharapkan dapat mengimplementasikan metode pembelajaran baru di sekolah masing-masing untuk meningkatkan daya saing siswa di tingkat global.
(*Red)
















