Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Banyak orang menganggap rasa lapar sebagai penderitaan fisik yang tidak memberikan manfaat selain pahala. Namun, sains modern justru menemukan fakta mencengangkan bahwa tubuh Anda memulai proses pembersihan skala besar setelah 12 jam tanpa asupan makanan.
Fenomena ini bukan sekadar detoksifikasi biasa, melainkan sebuah mekanisme perbaikan seluler tingkat tinggi yang bernama autofagi. Anda wajib memahami proses ini agar memandang rasa lapar sebagai kesempatan emas bagi tubuh untuk meremajakan diri secara mandiri.
Autofagi: Mekanisme Pembuangan Sampah Seluler
Saat Anda berhenti makan, sel-sel tubuh mulai mencari sumber energi alternatif untuk tetap bertahan hidup. Sel-sel tersebut kemudian mengidentifikasi protein yang rusak, bakteri, hingga virus di dalam tubuh untuk mereka hancurkan dan ubah menjadi energi.
Baca Juga: Rebut Kembali Hidupmu: Panduan Detoks Digital 7 Hari untuk Kurangi Kecanduan HP Tanpa Tersiksa
Proses ini mirip dengan sistem pengelolaan sampah yang mengubah limbah menjadi bahan baku baru yang lebih berguna. Anda sedang memberikan kesempatan bagi tubuh untuk membuang komponen sel yang sudah tidak berfungsi agar tidak berubah menjadi penyakit di masa depan.
Regenerasi Sistem Imun Secara Total
Puasa memaksa tubuh Anda untuk memproduksi sel darah putih baru yang jauh lebih kuat dan efektif dalam melawan infeksi. Selama fase lapar, tubuh menghancurkan sel imun yang sudah tua atau rusak guna menghemat pemakaian energi.
Begitu Anda berbuka dan kembali mendapat nutrisi, sumsum tulang belakang akan memicu produksi sel imun segar untuk mengisi kembali sistem pertahanan tubuh. Anda sebenarnya sedang melakukan instalasi ulang pada sistem kekebalan tubuh agar lebih tangguh menghadapi berbagai serangan virus.










